100 Foto Faradina Tika mandi dan pamer paha mulus

Faradina Tika, pemeran dalam sinetron komedi berjudul Tukang Ojek Pengkolan atau biasa disebut TOP memiliki paras yang cantik, aduhai, dan berkulit putih mulus, meskipun di sinetron tersebut ia menampilkan sosok tomboy.

Perlu kita ketahui dulu ya bahwa sinetron yang dibintanginya itu merupakan sinetron bergenre komedi yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta.

Dikisahkandalam sinetron tersebut tentang kejadian sehari-hari di lingkungan masyarakat urban di Jakarta. Nah, Faradina Tika menjadi salah satu pemeran yang didapuk dalam sinetron wagu tersebut.

Uniknya, perannya di sana adalah sebagai tukang ojek. Perpaduan wajah cantik dan gaya tomboy membuat para fans semakin jatuh hati kepadanya.

Namun, di balik gaya tomboy di sinetron tersebut, ia dikenal gemar berpenampilan seksi. Sebab, ia ternyata juga berprofesi sebagai diks jockey (DJ).

Awal terjun ke dunia hiburan

Wanita berpaha mulus yang akrab dipanggil Fara ini mengungkapkan alasannya terjun ke dunia hiburan dengan gaya bahasa campur-campur biar terlihat modern dan kebule-bulean. “Because it’s my hobby. Aku menyukai segala hal yang berhubungan dengan entertainment. Ingin juga menghibur banyak orang dengan hasil kerja aku di entertain ini,” ungkap Fara yang kini disibukkan dengan kegiatan kuliah, syuting dan pemotretan ini.

Berikut ini adalah biodata lengkap Faradina Tika : Nama lengkap : Faradina Tika Nama panggilan : Fara Tanggal lahir : 29 November 1991 Tinggi badan : 166 cm Berat badan : 42 kg Nama orang tua : N. Ulina P. Agama : Islam Hobi : travelling, shopping, nonton Film favorit : ‘Armageddon’, ‘Grown Ups’ Aktor favorit : Roy Marten, Bruce Willis, Adam Sandler Aktris favorit : Sandra Bullock, Angelina Jolie, Mila Kunis Penyanyi favorit : Luther Vandross, Adele

Berikut foto-foto Faradina saat mandi, nge-DJ, dan pamer paha mulus tentunya yang kami himpun dari akun Instagram DJ Fara A.K.Afaradina Tika:

Silakan lihat foto-foto Fara di bawah ini:

Faradina Tika tanpa busana Faradina Tika 20 Faradina Tika 22 Faradina Tika 23 Faradina Tika 24 Faradina Tika 25 Faradina Tika 26 Faradina Tika 27 Faradina Tika 28 Faradina Tika 1 Faradina Tika 2 Faradina Tika 3 Faradina Tika 4 Faradina Tika 5 Faradina Tika 6 Faradina Tika 7 Faradina Tika 8 Faradina Tika 9 Faradina Tika 10 Faradina Tika 11 Faradina Tika 12 Faradina Tika 13 Faradina Tika 14 Faradina Tika 15 Faradina Tika 16 Faradina Tika 17 Faradina Tika 18 Faradina Tika 21 Faradina Tika 26 Faradina Tika mandi

Sinopsis Tukang Ojek Pengkolan

Cerita dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) ini berfokus pada peristiwa sehari-hari di lingkungan urban masyarakat Jakarta. Sinetron yang ditayangkan setiap Hari Senin-Sabtu pukul 16.30 WIB ini berkisah tentang sebuah kampung yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta, tinggal pasangan muda bernama Rojak (Ojak) dan Tati. Untuk mencari nafkah, Ojak bekerja sebagai tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan masuk ke kampung bersama dua rekannya, Purnomo (Pur) dan Sutisna (Tisna).

Pernikahan Ojak dan Tati tidak direstui Emak, ibunya Tati, karena sebenarnya dulu babenya Tati yang almarhum pernah menjodohkan Tati dengan calon suami yang sudah mapan, jauh sekali dibanding Ojak yang cuma tukang ojek. Namun karena cinta dan sayang sama Ojak, Tati memilih Ojak, meski dengan risiko hidup mereka pas-pasan, karena meski Ojak punya ijazah D3, tetapi sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang layak. Hal inilah yang menjadi perseteruan bagai anjing dan kucing antara Emak dan menantunya, Ojak. Emak, meski tidak frontal, berusaha secara terus-menerus menekan Ojak agar menafkahi istrinya dengan layak, bisa membeli rumah sendiri dan tak terus-terusan ngontrak rumah seperti sekarang. Ojak yang awalnya hanya menebalkan kuping bila Emak mengomelinya, lambat-laun menganggap Emak sebagai kerikil dalam kebahagiaan keluarganya, meski Ojak tak pernah berani mengutarakan kekesalannya secara langsung di depan Emak. Keadaan ini membuat posisi Tati serba salah antara menuruti kata Emak dan menghormati kata-kata suaminya.

Ojak mengontrak di sebuah rumah petakan milik Babe Naim, juragan kontrakan di kampung itu. Babe Naim sudah lama ditinggal mati istrinya, dan sudah sejak lama naksir pada Emak, ibunya Tati. Babe Naim sedang berusaha meniti karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai peserta Pemilihan Ketua RW yang akan diadakan, tetapi terkendala oleh ganjalan bahwa dirinya harus punya pendamping kalau kelak terpilih.

Purnomo dan Tisna, dua rekan Ojak sesama tukang ojek adalah perantauan yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib, tetapi karena belum punya pekerjaan yang lain, terpaksa jadi tukang ojek. Selain dua tukang ojek ini, Ojak sehari-hari bergaul dengan Bang Patar, seorang lelaki asal Sumatera Utara yang berprofesi makelar palugada (makelar “apa lu minta gua ada”) yang bisa membantu apa saja, mulai dari jual-beli tanah sampai memperbarui SIM. Patar suka mangkal di warung milik Mpok Mumun, yang berjualan nasi uduk dan kopi. Ada pula Sofyan, Nurmala, dan anak mereka Bunga, tetangga dekat Ojak. Sofyan adalah seorang dosen di sebuah universitas tidak terkenal di Jakarta, sementara istrinya ibu rumah tangga biasa. Keunikan keluarga ini adalah sama-sama suka menggosip atau kadang-kadang malah jadi biangnya.

Ada pula tokoh lain di cerita ini. Misalnya Ani, perempuan yang mengontrak di kontrakan milik Haji Sodiq (yang juga seorang juragan kontrak). Ani disukai oleh 3 orang, yaitu Purnomo, Udin, dan salim.

Lamban laun ada pula tokoh lain yang muncul, misal Laras (seorang mahasiswi,yang nantinya ditaksir oleh purnomo),Yanti (tukang bantu kue di rumah emak dan Iyoh (istrinya Tisna).