2 Mahasiswa STT Telematika dan Stikip Sulu Bangsa tewas setelah pesta ‘air surga dunia’

aftar lateng meninggal. (Tribunnews.com)

Lagi, lagi, dan lagi. Miras memakan korban jiwa. Itu terjadi lantaran tidak menggunakan alkohol sebagaimana mestinya.

Apa yang dialami dua mahasiswa ini sungguh tragis, niatnya berpesta malah celaka. Mereka berdua adalah Aftar Lateng (19), mahasiswa semester III Stikip Sulu Bangsa, dan Rahman Marsaoli (19), mahasiswa semester III, STT Telematika, ditemukan tewas tragis di kamar kos di Jalan Semanggi I RT 03/03 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu 17 Desember 2014. Keduanya terbukti tewas usai menggelar pesta miras oplosan pada malam sebelum kejadian.

Berdasarkan Askin Razak (19) rekan korban yang diberitakan Tribunnews.com, kedua korban bersama seorang rekannya, yakin Rian Malofo (17), mahasiswa semester III STT Telematika, diketahui menggelar pesta miras oplosan di kamar indekos milik Rahman.

Loading...

Ketiga pemuda asal Ternate, Maluku Utara, itu secara bergilir menegak oplosan sebanyak 15 botol miras merek Vodka Mansion yang dibeli Rahman seharga Rp 18.000 per botol di wilayah Ciputat Timur pada Selasa (16/12).

Usai mendapatkan miras, ketiganya pun berkumpul dan mulai mengoplos miras tersebut dengan minuman suplemen komposisi dua banding satu. Tidak beberapa lama, ketiganya pun mabuk hingga diketahui kejang-kejang dan memuntahkan darah usai menenggak miras.

“Kejadian ini saya tahu karena waktu kejadian adik kelas saya, Rian Malofo ngontak (telepon-red) saya, dia minta tolong supaya saya ke kosan Rahman. Pas sampe sana, saya lihat mereka sudah sekarat, Si Rahman sudah meninggal waktu dan Si Aftar muntah darah,” jelasnya panik.

”Soal campuran pasti nya saya kurang paham bang. Tapi ada sekitar 15 botol Mension, teko dan suplemennya juga. Lebih detailnya, sudah dibawa sama Polisi bang,” jelasnya saat ditemui Warta Kota di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Mengetahui hal tersebut, dirinya pun menghubungi beberapa teman kampusnya dan membawa Aftar ke Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah pada sekira pukul 14.00 WIB. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, rekannya itu mengeluh sakit pada bagian perut dan muntah darah hingga tidak sadarkan diri.

“Si Rahmat meninggal sekitar jam tiga, Si Aftar setengah empat pas mau diangkat ke rumah sakit. Sementara Rian selamat, dia sadar tapi pendengarannya kurang, dia kita larikan ke (Rumah Sakit-red) Fatmawati,” tambahnya.

Lebih lanjut ungkapnya, jenazah kedua rekannya itu akan segera dibawa ke Ternate untuk dikebumikan. Namun, pemakaman tersebut masih menunggu keputusan pihak Kepolisian usai penyelidikan dinyatan selesai. “Setelah selesai pemeriksaan Polisi, akan kita bawa kedua jenazah ke Ternate. Saya juga bingung kenapa begini, padahal korban anak baik-baik,” tutupnya.

Loading...
loading...