Abbas ‘bukan Farhat’ ngamuk dan main tusuk gara-gara istrinya dicipoki temannya sendiri

Ilustrasi bekas cupangan. (Google Image)

Siapa yang enggak cemburu lihat istrinya cipokan dengan pria lain, apalagi dengan temannya sendiri. Itu sungguh sangat amat menggores bin menyayat hati di relung aling dalam. Bisa jadi Anda sebagai lelaki naik pitam bukan kepalang.


Seperti yang dialami Basri Fimansyah alias Abbas (27) saat melihat istrinya, Tri Wahyuni (23) sedang bercumbu mesra dengan salah satu rekannya, yakni David alias Slamet di salah satu pos penjagaan di jalan Ki Marogan Lorong YWKA Kecamatan Seberang Ulu 1. Abbas yang merupakan warga jalan KH Azhari Lorong Majapahit RT 1 RW 1 Kecamatan Seberang Ulu I ini pun gelap mata, kalap emosinya.

Abbas nekat melakukan penganiayaan dan menusuk tubuh David dengan menggunakan pisau. Hingga akhirnya David bersimbah darah dengan mendapatkan empat luka tusukan, Jumat 20 Maret 2015 dini hari kemarin.

Atas perbuatannya itu, ia ditangkap lalu ditahan oleh anggota Sat Reskrim Polresta Palembang. Sabtu (21/03) pagi. Bahkan, Abbas mesti mengalami sakit, karena kaki kanannya dikenai timah panas polisi.

Loading...

Saat diamankan, Abbas mengaku awal mula kejadian itu karena ia curiga dengan kelakuan istrinya yang sering berkirim pesan singkat dengan David. Tak hanya itu, David mengajak istrinya janjian untuk bertemu.

“Sejak saat itu istri saya ini tak pernah pulang ke rumah, lantas saya mencari keberadaannya dan tanpa sengaja bertemu di pos jaga itu. Istri saya sedang tidur di pangkuan David dan istri saya dicium-ciumnya,” ujar Abbas dengan nada kesal.

Abbas mengaku, karena alasan itulah ia gelap mata dan langsung menghajar David. Tak hanya David yang menjadi amuk emosi Abbas, bahkan Tri Wahyuni ikut menjadi korban.

“Namun ketika David saya pukul ia tidak terima dan mengeluarkan pisau untuk menusuk saya. Kemudian pisau David berhasil saya rebut dan saya tusukan empat kali di bagian punggung, tangan, leher dan bagian dada,” terangnya.

Tak hanya menganiaya, Abbas mengambil beberapa barang berharga milik David, seperti handphone, dan powerbank.

Lantas barang-barang itu dijual Abbas dan rekannya. Abbas mengaku uang hasil penjualan barang-barang itu digunakannya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Loading...
loading...