Ajak indehoi bersama sesama batangan, guru tari dihabisi

ilustrasi tewas. (google Images)

Mayat Hendra Tumanggor alias Indra (40) , seorang guru tari ditemukan di lantai II ruko di Kompleks Golden Vista, Jalan Jamin Ginting, Rabu 19 November 2014.

Diberitakan Merdeka.com, jasad pengelola sanggar seni yang juga pelatih senam dan guru tari ini ditemukan bersimbah darah dengan posisi telentang. Kepala, dadanya terluka dan pelipisnya robek diduga akibat hantaman benda tumpul.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang guru tari, Hendra di Kompleks Golden Vista, Jalan Jamin Ginting. Tersangka mengaku emosi karena diajak berhubungan sesama jenis oleh korban.

Loading...

Tersangka yang ditangkap yaitu Meisat Kurniawan Hareva (18). Pemuda yang tinggal di Jalan Kuburan Pondok Bekala, Simalingkar A ini diringkus di Jalan kawasan Simpang Gardu, Pancur Batu, Kamis (20/11).

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini karena tersangka marah diajak korban berhubungan intim. Saat tersangka marah timbul niat untuk mengambil sepeda motor korban,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta, Minggu (23/11) sore.

Saat ditanyai wartawan, Meisat menceritakan pembunuhan itu bermula ketika dia melintas di depan Kompleks Golden Vista Rabu (19/11) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Pemuda ini mengaku tidak punya uang hingga harus berjalan kaki.

Di saat yang sama, Hendra sedang berada di depan rukonya. Dia memanggil dan mengajak Meisat berbincang. “Pertama kami cerita di bawah, terus diajaknya ke lantai dua masuk ke kamar, ngajak tidur. Bantalnya kongsi,” sambung tersangka.

Menurut pengakuan Meisat, Hendra sempat mendekap dan memeluknya dengan kuat. “Aku dorong, kemudian nggak berapa lama, sudah terbuka resleting celananya, terus aku pura-pura ke kamar mandi. Aku mau pergi,” katanya.

Saat hendak meninggalkan ruko itu, niat jahat Meisat muncul setelah melihat sepeda motor Yamaha Mio Soul BK BK 4340 AEZ terparkir di lantai I. “Aku sempat berpikir bagaimana mengambilnya. Kulihat ada parang, ku ambil ku datangi lagi dia. Ku lihat dia (korban) tidur membelakangi, ku bacok tiga kali, di kepala belakang, sempat berteriak, bagian matanya ku martil,” aku Meisat.

Setelah membunuh Hendra, Meisat pun kabur. Dia melarikan sepeda motor korban.

Akibat perbuatan itu, penyidik menjerat Meisat dengan Pasal 338 jo 340 jo 365 KUHP. Ancamannya hukuman penjara seumur hidup.

Loading...
loading...