Akhirnya, Jerman cabut larangan muslim pakai jilbab di sekolah

bule berjilbab. (Google Images)

Akhirnya, aturan negara Bagian Rhine-Westphalia yang melarang guru memakai jilbab di sekolah diputuskan dicabut. Keputusan yang dilakukan Mahkamah Agung Jerman kemarin mengatakan, peraturan yang berisi larangan mengenakan jilbab berlaku 12 tahun terakhir itu dianggap bertentangan dengan hak-hak individu warga negara Jerman, khususnya perempuan muslim.

“Memperbolehkan guru muslim kembali memakai jilbab akan mendorong kesetaraan di masyarakat,” kata Sekjen Dewan Muslim Jerman Nurhan Soykan yang menyambut gembira putusan itu, seperti dilansir Deutsche-Welle, Minggu (15/3).

Larangan memakai jilbab di sekolah, digugat oleh dua pengajar muslimah asal Negara Rhine-Westphalia. Saat Ramadhan, mereka tetap tidak diizinkan memakai jilbab. Negara Bagian ini menganggap simbol agama seperti jilbab, rosario, atau kippah tidak sepatutnya muncul di sekolah yang merupakan institusi publik.

Loading...

Aturan di Westphalia itu lalu diadopsi beberapa negara bagian lainnya untuk melarang guru-guru muslim mengenakan jilbab. Sejak 2003, enam negara bagian memberlakukan larangan tersebut.

Majelis Hakim agung Jerman sekaligus membatalkan aturan di Negara Bagian itu yang menyatakan institusi pendidikan didasarkan atas nilai-nilai Barat dan Kristen. “Sekolah harus menjaga agar hak-hak beragama setiap individu terjaga,” ungkap salah satu hakim.

Sejak lama, pegiat Hak Asasi Manusia mengecam pemerintah Jerman karena membiarkan peraturan diskriminatif ini. Padahal di Negeri Panser itu, tinggal 4 juta muslim dengan populasi terbanyak ada di Ibu Kota Berlin yang mencapai 220 ribu jiwa.

Loading...
loading...