Begal susah ditumpas karena teori balon

begal depok berwajah tampan. (Detik.com)

Polisi sulit menumpas aksi kriminalitas jalanan lantaran kelompok-kelompok begal kerap menggunakan teori balon dalam aksinya. Hal itu dikatakan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Edi Syahputra Hasibuan.

Menurut Hasibuan, hal tersebut dibuktikan lantaran dalam setiap operasi dan razia yang digelar oleh petugas selalu berakhir nihil, dikarenakan telah dipantau oleh para kelompok begal tersebut.

“Dalam setiap aksinya begal itu seperti balon kalau di sini ditekan munculnya di sana,” Kata Edi.

Loading...

Oleh karenanya, dia menyarankan agar Kepolisian dapat memaksimalkan peran Polisi Masyarakat (Polmas) untuk mengatasi kejahatan yang telah meresahkan masyarakat saat ini.

Lebih lanjut saat diberitakan Okezone.com, Edi menjelaskan, Polmas di sini merupakan Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibnas). “Kalau bisa setiap RT itu ada satu Polmas atau Babinkamtibnas yang melakukan pengamanan di sana. Sehingga dapat mengajak warga mengaktifkan jaga malam kembali untuk meredam aksi begal di jalanan,” ujarnya.

Selain memaksimalkan Polmas, sambung Edi, Polisi juga diminta lebih memperhatikan wilayah pinggiran kota yang menjadi tempat favorit bagi para begal untuk beraksi. “Begal itu lebih banyak beraksi diwilayah pinggirian kota karena sunyi dan di sana sering kurangnya lampu untuk penerang sehingga jadi tempat favorit untuk membegal,” tandasnya.

Loading...
loading...