Beginilah legenda Gunung Kemukus yang bikin heboh

ritual gunung kemukus. (Google Image)

Gunung Kemukus jadi moncer. Meskipun karena terkenal gara-gara ritual indehoi yang jadi prostitusi terselubung, ini sebenarnya kesempatan Pemkab Sragen untuk memanfaatkannya menjadi obyek wisata yang romantis. Pemkab harus sadar untuk segera mengeksplorasi wisata sejarah yang menarik dan nyaman untuk berwisata.

Gunung Kemukus ditertibkan. (SOLOPOS.COM)

Gunung Kemukus ditertibkan. (SOLOPOS.COM)

Kini Pemkab Sragen dan Pemprov Jateng serius menanganinya setelah dibikin pusing tujuh keliling karena berada dalam dilema yang bikin galau. Obyek wisata itu akhirnya ditertibkan.

Loading...

Untuk itu, kita perlu tahu bahwa selain indah dan rekreatif, ada cerita tentang Gunung Kemukus yang tak lepas dari kisah kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara.

Berbagai cerita tentang keberadaan Gunung Kemukus terus berhembus dari mulu ke mulut. Namun menurut beberapa warga desa yang tinggal di sekitar Gunung Kemukus menyebutkan jika keberadaan Gunung Kemukus tak lepas dari kisah Majapahit.

Salah satunya adalah Pardi (50) yang mengaku mengetahui kisah Gunung Kemukus dari sang ayah. Menurutnya, konon pada saat akhir runtuhnya kejayaan Majapahit yang di serang oleh Raden Patah dari Demak, Pangeran Samudra dan ibunya ikut ke Demak.

Selama tinggal di Demak, Pangeran Samudra belajar ilmu agama Islam dengan bantuan dari Sunan Kalijaga. Setelah dirasa cukup, pangeran Samudra diminta untuk menimba ilmu agama Islam kepada Kyai Ageng Gugur dari Desa Pandan Gugur di lereng Gunung Lawu. Sekian lama menimba ilmu dan dirasa cukup, akhirnya Pangeran Samudra berniat pulang kembali ke Demak.

Dalam perjalanan pulang mereka melewati Desa Gondang Jenalas (sekarang wilayah Gemolong) niatnya hanya berhenti sejenak untuk beristirahat. Namun akhirnya Pangeran Samudra tinggal lebih lama lagi untuk mensyiarkan agama Islam di desa tersebut.

Setelah dirasa cukup, perjalanan di lanjutkan kembali, namun dalam perjalanan tersebut, Pangeran Samudra jatuh sakit. Karena tak kuat menahan sakit akhirnya berhenti di Dukuh Doyong (sekarang wilayah Kecamatan Miri) dan akhirnya Pangeran Samudra meninggal dan jasadnya dimakamkan di perbukitan Dukuh Miri.

Oleh masyarakat lokasi bekas perawatan/peristirahatan Pangeran Samudro didirikan desa baru dan diberi nama “Dukuh Samudro” yang sampai kini terkenal dengan nama “Dukuh Mudro”.

Diberitakan Okezone.com, semula makam Pangeran Samudro masih sangat sepi karena masih berupa hutan, dan masih banyak dihuni oleh binatang-binatang buas. Lambat laun masyarakat mulai mulai banyak mendiami desa tersebut.

Selama berdiam di lokasi itu, masyakarat kerap melihat kabut hitam seperti asap yang berbentuk kukusan (tempat mengukus nasi terbuat dari bambu) tampak menyelimuti makam Pangeran Samudera yang dipercaya masih ada garis keturunan dengan Kerajaan Majapahit.

Kabut itu terlihat menjelang musim hujan atau musim kemarau, muncul seperti asap (kukus). Sebab itulah sampai saat ini gunung tempat lokasi makam Pangeran Samudra dikenal dengan nama Gunung Kemukus.

Loading...
loading...