Berita jual-beli nilai di Gunadarma membuat mahasiswa takut tak lulus

Mahasiswi cantik dan seksi. (Google Images)

Kabar jual-beli nilai di Universitas Gunadarma ternyata membuat resah para mahasiswa. Wajar dong, mereka pasti khawatir terseret kasus ini dan gagal wisuda. Mereka takut disangka terlibat dalam kasus jual beli nilai.


“Cepet-cepet ditutup deh kasusnya. Ngeri loh walaupun gak terlibat. Ngeri terjadi apa-apa sama kampusnya,” ujar salah satu mahasiswa Gunadarma.

Para mahasiswa khawatir, mahasiswa yang tidak bersalah terkena dampaknya. Jika kasus ini menyebar, para mahasiswa yang sudah lulus khawatir sulit mencari pekerjaan.

Menurut kabar yang beredar, jual beli nilai itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka meretas sistem akademik Gunadarma. Caranya dengan menawarkan untuk mengubah nilai menjadi A. Harga yang ditentukan untuk sebuah mata kuliah sebanyak Rp 250.000.

Loading...

Pembantu Rektor III Universitas Gunadarma Irwan Bastian angkat bicara terkait kabar yang berembus belakang ini. Lewat Path, dia menjelaskan, memang ada peretasan terhadap sistem akademik Universitas Gunadarma.

“Akibatnya nilai dapat diubah secara tidak sah oleh pihak yang tidak berwenang,” kata Irwan seperti diberitakan Merdeka.com.

Lantas, pelaku menawarkan kepada mahasiswa lain untuk mengubah nilai. Sekitar 56 mahasiswa akhirnya tergiur untuk ikut mengubah nilai. Pelaku kemudian meminta imbalan bagi mahasiswa yang ingin diubah nilainya menjadi A.

Aksi pelaku ini berhasil dideteksi oleh pihak kampus. Dan pihak kampus memberikan sanksi kepada pelaku dan mahasiswa yang terlibat.

Sanksi yang diberikan yaitu mengembalikan nilai yang diubah secara tidak sah ke nilai aslinya, mewajibkan semua mahasiswa yang terlibat untuk melakukan ujian ulang, serta penundaan wisuda kepada 56 orang mahasiswa.

Salah berita
Irwan Bastian menjelaskan hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman berita. Karena sebelumnya beberapa media menuliskan bahwa 300 orang mahasiswa yang terindikasi kasus jual beli nilai ini dan gagal wisuda. Padahal hanya 56 orang saja yang terlibat.

Loading...
loading...