Berita pembunuhan di Hutan Tinjomoyo, korban bernama Dian Dwi Puryani

Dian Dwi Puryani warga Jalan Kaliwiru nomor 45 Semarang yang dibunuh di hutan. (Detik.com)

Seorang wanita bernama Dian Dwi Puryani (30) ditemukan tewas di tengah hutan wisata Tinjomoyo Semarang. Ternyata ibu muda ini sudah tidak pulang dari rumahnya sejak hari Sabtu 8 November 2014 lalu.

Diberitakan Detik.com, mayat Dian ditemukan pada hari Selasa 11 November 2014 sekitar pukul 17.00 WIB. Dian ditemukan oleh seorang pencari rumput bernama Rohmat di tengah hutan.

Diberitakan, jenazah Dian ditemukan dengan kondisi disumpal celana dalam mulutnya, lehernya dijerat bra, tangan diikat kuncir rambut, dan korban tidak memakai celana. Ada bercak darah diduga darah menstruasi karena ditemukan juga pembalut.

Loading...

Kerabat korban, Rukmini, mengatakan terakhir melihat Dian hari Sabtu sore lalu. Saat itu, Dian mengenakan kaos cokelat bermain dan bernyanyi dan bermain bersama anak-anaknya. Kemudian ia menitipkan buah hatinya itu ke Rukmini lalu pergi.

Saat meninggalkan rumah, korban tidak membawa barang-barang selain pakaian yang dikenakannya. Awalnya pihak keluarga tidak curiga karena korban memang kerap keluar pergi.

“Kalau malam pergi tidak tahu kemana. Biasanya tahu-tahu pergi bawa tas, namanya aja agak stres,” ujar Rukmini.

Pihak keluarga korban baru tahu Dian tewas setelah polisi datang sekitar pukul 10.00 tadi. Tangis pun pecah ketika polisi menyodorkan foto Dian yang sudah tidak bernyawa di rumahnya di Jalan Kaliwiru nomor 45 Semarang pecah ketika polisi memastikan identitas wanita yang ditemukan di tengah hutan wisata Tinjomoyo.

Kerabat korban, Susi mengatakan pihaknya pagi tadi didatangi polisi yang membawa foto korban. Saat dipastikan, ternyata benar korban adalah Dwi, warga Kaliwiru, Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari Semarang.

“Ada polisi datang, dilihatin foto ternyata benar sodaraku,” kata Susi kepada detikcom.

Sementara itu anak korban yang masih berusia 7 tahun dan 2,5 tahun terlihat menangis diantara kerabat lainnya. Sementara warga sekitar membantu mendirikan tenda di rumah duka. Sedangkan suami korban tidak terlihat karena pisah ranjang.

Kini jenazah diautopsi di RS Kariadi untuk pengusutan kasusnya.

Loading...
loading...