Besok terjadi Bloodmoon, ini dia cara shalat Gerhana

bloodmoon. (CNN)

Bloodmoon atau gerhana bulan total akan kembali terjadi besok Rabu sore 8 Oktober 2014. Bulan waktu itu diyakini akan tampak berwarna merah darah. Wahhh..keren ya?


Dijelaskannya, gerhana bulan 8 Oktober 2014 dimulai dengan fase gerhana sebagian pada pukul 16.15 WIB. Lalu disusul fase gerhana total pada pukul 17.25 sampai 18.24 WIB. Setelah itu, fase gerhana akan mencapai tahap akhir pada pukul 19.34 WIB

“Hanya Indonesia Timur yang dapat mengamati peristiwa gerhana bulan total tersebut secara penuh,” katanya. Sedangkan di wilayah Indonesia Barat, gerhana bulan total akan berlangsung pada saat Maghrib.

Untuk itulah Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Muchtar Ali mengimbau agar masyarakat Islam melakukan shalat sunnah gerhana secara berjamaah sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad Saw.

Loading...

“Selain itu, umat Islam dianjurkan pula memperbanyak zikir, doa, istighfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya,” ujarnya yang diberitakan Republika pada Selasa 7 Oktober 2014.

Meskipun dalam pelaksanaan shalat nanti, gerhana masih tampak sebagian, shalat sunnah tetap dapat dilakukan. Waktu shalat, lanjut dia, dimulai dari fase umbra yakni pada pukul 02.54 sampai 03.21 WIB atau hanya selama 27 menit.

Cara shalat Gerhana
Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Swt. yang sangat akrab dalam pandangan. Peredarannyayang teratur merupakan ketetapan aturan sang Penguasa Jagad Semesta ini. Begitu pun ketika terjadi fenomena alam seperti gerhana bulan yang akan terjadi esok hari, Rabu (8/10), merupakan salah satu tanda kekuasaan-Nya dalam mengatur alam ini.

“Gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah Taala,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Muchtar Ali pada Selasa sore (7/10).

Dipaparkannya, gerhana terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi semata bagian dari sunnah kauniyah yang merupakan ayat-ayat Allah dalam alam semesta. Makanya, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang diutamakan.

Shalat gerhana, lanjut dia,  disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah shalat disunnahkan khutbah. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan maka hendaknya melakukan shalat gerhana sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Caranya, setelah mengambil wudlu dan menghadap kiblat, jamaah melakukan niat di dalam hati untuk melaksanakan shalat gerhana. Selanjutnya, melakukan Takbiratul Ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa. Setelah itu membaca doa iftitah, berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang seperti surat Al Baqarah. Khusus bagi imam, pelafalan surat dikeraskan suaranya.

Praktik ruku, bangkit dari ruku atau i’tidal dilakukan seperti shalat biasanya. Tapi setelah I’tidal tidak langsung sujud, namun terlebih dahulu dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang dengan tetap pada posisi berdiri.  Langkah selanjutnya, ujar Muchtar, jamaah melakukan ruku kedua yang waktu rukunya lebih pendek dari ruku yang pertama.

“Setelah ruku kedua, berdiri lagi untuk I’tidal, kemudian sujud, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali, kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama,” katanya. shalat gerhana pun diakhiri dengan salam. Seusai shalat, imam dianjurkan untuk menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.

Yang kedua

Berdasarkan penuturan Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin pada Selasa (7/11), gerhana bulan total terjadi dua kali sepanjang tahun 2014, yakni pada 15 April dan 8 Oktober.

Thomas yang juga Tim Pakar Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) menambahkan, pada 2015 gerhana diperkirakan terjadi dua kali juga, yakni pada 4 April dan 28 September 2015.

Loading...
loading...