Mahasiswi & Pasutri tega jual anak di bawah umur jadi PSK

Ilustrasi tangisan anak. (Google Images)

Sekejam-kejamnya harimau, tidak akan memakan anaknya sendiri. Seharusnya manusia yang lebih beradab pun berpikir bahwa manusia harus lebih sayang dengan anaknya, bukannya malah berlaku kejam dan tega.

Seperti yang dilakukan seorang mahasiswi di Kota Tangerang Selatan dan sepasang suami istri ini memang tidak pantas ditiru. Mereka menjadi terdakwa atas kasus dugaan perdagangan manusia anak dibawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial. Ketiganya didakwa hukuman penjara selama 20 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu 29 Oktober 2014.

Ketiganya adalah, Ayuningsih Prihatin alias Selin, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam), serta pasangan suami-istri Wahyu Chandra Efendi alias Ayah dan Helmi alias Bunda. Mereka menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Loading...

JPU Riana Nirmala dalam surat dakwaannya menjelaskan bahwa ketiga terdakwa dijerat Pasal Pasal 2, 6, 12, 19 jo Pasal 48 UU no 21/2007 tentang tindak pidana perdagangan manusia, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, serta Pasal 88 uu/23/2009 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” katanya.

Riana menjelaskan, bahwa ketiganya mengambil keuntungan sendiri dengan menjual lebih dari dua gadis berusia antara 14 hingga 17 tahun. Modus yang digunakan ketiga terdakwa adalah menjanjikan korban bekerja dengan gaji tinggi.

“Akan tetapi pada praktiknya, para korban dijual kepada pria hidung belang di sejumlah hotel di Jakarta,” katanya yang diberitakan Merdeka.com.

Majelis hakim yang diketuai Syamsudin memberikan kesempatan bagi ketiga terdakwa dan kuasa hukumnya untuk menyusun eksepsi atau pembelaan pada sidang selanjutnya yang direncanakan digelar Rabu (5/11) pekan depan.

Loading...
loading...