Bule Inggris gelisahkan tragedi AirAsia QZ8501, lalu bunuh diri

Gavin Price Jones, teknisi pesawat asal Inggris bunuh diri lantaran merasa bersalah ikut menyebabkan kecelakaan AirAsia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa yang terjadi pada penghujung tahun 2014 lalu. Jons ditemukan sang istri tewas tergantung di rumah, kawasan Saltney, Inggris, awal tahun ini.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di Laut Jawa dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura, pada 28 Desember 2014. Tak ada satu pun orang selamat atas jatuhnya AirAsia qz8501 ini. Beberapa hari kemudian, serpihan Airbus A320-200 yang membawa 162 orang di dalamnya itu ditemukan di Selat Karimata. Tak ada yang selamat dalam musibah tersebut.

Terkait dengan meninggalnya teknisi ArAsia, Jones meninggalkan surat wasiat yang menyatakan bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat AirAsia yang mengangkut 162 orang itu. Dia merasa meminggul beban itu lantaran sedang mengerjakan pesawat model Airbus A320, model yang sama dengan AirAsia QZ8501.

Loading...

”Pesawat yang jatuh itu adalah pesawat yang modelnya sedang dikerjakan Jones,” kata sang istri, Louise yang dikutip Mirror, Sabtu (23/5/2015).

Padahal, sambung Louise, teman-teman dan keluarga sudah meyakinkan Jones kalau kecelakaan itu tak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Entah bagaimana, Gavin didera rasa bersalah. Yang jelas kabar yang diperoleh ia merasa ikut menyebabkan AirAsia QZ8501 menemui nasib nahas. Pria asal Saltney, Cheshire, Inggris tersebut lalu melakukan tindakan nekat dengan bunuh diri.

Kasus tersebut sudah lama terjadi, namun baru terungkap belakangan ini. Dalam pemeriksaan, keluarga korban menceritakan bagaimana insinyur tersebut menjadi ‘gila’ dengan pikiran yang tak masuk akal, bahwa ia lah yang menyebabkan kecelakaan maut itu terjadi.

Sang istri, Louise menemukan Gavin — yang bekerja untuk Airbus di Broughton, Flintshire dalam kondisi tergantung, dengan leher terjerat pada 20 Januari 2015. Gantung diri. Pesan terakhir yang ditulis dalam secarik kertas ditemukan di dekatnya.

Dalam pemeriksaan di West Cheshire Magistrates Court — pengadilan yang menyidangkan perkara kecil dan perdata — diketahui bahwa mendiang Gavin mengalami depresi akibat kombinasi masalah: merasa bersalah atas kecelakaan AirAsia, kematian ayahnya, juga terpengaruh percakapan dengan tema berat, soal bunuh diri, dengan seorang temannya.

Loading...
loading...