Cegah pacar pergi setelah indehoi, pria kemayu ini malah dipukuli

waria. (Pulsk)

Sebell..sebelll..sebell…Kejiam kejiam kejiam kejiam…Itulah perkataan yang bisa jadi meluncur dalam benak priya kemayu bernama M Muksin (32) yang akrab dipanggil Talita. Lha gimana enggak sebel cin? Pacarnya tega mukulin.

Kaya yang diberitakan Merdeka.com, lantaran kesal pacar langsung pulang usai bersetubuh, Talita alias M Muksin (32), warga Jalan KI Gede Ing Suro, Lorong Tangga Buntung, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, menyembunyikan kunci pintu.

Namun, gara-gara perbuatannya itu, dia dianiaya sang pacar hingga luka lebam di sekujur tubuhnya.

Loading...

Tak terima diperlakukan kasar, waria itu melapor ke SPKT Polresra Palembang, Rabu (17/12). Dia ingin pacarnya yang diketahui bernama Harianto alias Anto (37) diproses sesuai hukum yang berlaku.

Di hadapan petugas, Talita mengaku peristiwa yang dialaminya terjadi pada Selasa (16/12) pukul 23.00 WIB. Saat itu, Anto mendatangi salon miliknya. Karena malam sudah larut, Talita mengajak pacarnya itu tidur di salonnya.
Di dalam salon, keduanya melakukan hubungan badan. Begitu puas, Anto ingin pulang. Talita yang masih kelelahan menolak keinginan pacarnya tersebut. Dia lalu menyembunyikan kunci pintu dengan harapan Anto menunda pulang.

“Masa sudah berhubungan main pulang segala. Capek saya belum hilang mau ninggalin. Jadi saya sembunyikan kunci salon,” ujar Talita.

Namun, Anto tak terima Talita menolak keinginannya. Mereka pun terlibat cekcok mulut. Ujungnya, Anto berbuat kasar dan memukuli Talita yang sudah lima bulan dipacarinya itu hingga sekujur tubuh luka lebam.

“Saya cuma minta waktu satu jam lagi, baru pulang. Tapi, dia malah pukulin saya,” kata Talita seraya menunjukkan luka lebam di tangan, kepala, leher, dan pipinya.

“Saya kan bukan orang murahan main tinggal begitu saja. Enak aja jadi cowok,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi membenarkan laporan penganiayaan tersebut telah diterima dengan tanda bukti lapor LP/ B-3195/ XII/ 2014/ Sumsel/ Resta.

“Sekarang sedang ditindaklanjuti dan akan memanggil terlapor untuk diperiksa,” tegasnya.

Loading...
loading...