Daftar pecahan uang rupiah yang tidak laku per 1 November

Bank Indonesia (BI) melakukan pencabutan dan penarikan terhadap tujuh uang pecahan rupiah (Rp). Adapun kebijakan pencabutan dan penarikan ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/27/PBI/2006.


Uang-uang pecahan rupiah yang dicabut dan ditarik peredarannya tersebut terdiri dari empat pecahan uang kertas dan tiga pecahan uang logam.

Uang kertas

Gambar sasando rote

Untuk uang kertas yang ditarik dan dicabut adalah pecahan Rp 5.000 tahun emisi 1992 yang bergambar alat musik sasando rote. (Lihat 23 Foto Vitalia Sesha ditangkap dan pose aduhai  hanya di Infoheboh.com)

Gambar lompat batu Pulau Nias

Selain itu, ada pula uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun emisi 1992. Uang kertas ini berwarna biru dengan gambar lompat batu Pulau Nias pada salah satu sisi mukanya.

Gambar monyet

Uang kertas pecahan Rp 500 tahun emisi 1992 berwarna latar hijau dengan gambar orang utan pada salah satu sisi mukanya juga dicabut dan ditarik dari peredaran. (Lihat Foto-foto perbandingan Vitalia Sesha dulu dan sekarang hanya di Infoheboh.com)

Gambar kapal pinisi

Di samping itu, uang kertas pecahan Rp 100 tahun emisi 1992 berwarna latar merah dan pada satu sisinya menampilkan gambar kapal pinisi pun ditarik.

Uang logam

Gambar karapan sapi

Sedangkan uang logam yang ditarik dan dicabut peredarannya adalah uang logam pecahan Rp 100 tahun emisi 1991 dengan gambar karapan sapi.

Pun uang logam pecahan Rp 50 tahun emisi 1991 dan uang logam pecahan Rp 5 tahun emisi 1979 juga dicabut dan ditarik.

“Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, penukaran masih dapat dilakukan di Bank Indonesia hingga 29 November 2016,” tulis bank sentral dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Penukaran uang kertas dan uang logam yang ditarik dan dicabut peredarannya tersebut dapat dilakukan di seluruh kantor perwakilan (KPw) BI di Indonesia.

uang-pecahan