Dari pada dikejar penagih utang, pria Lamongan ini jadi dukun dadakan

Ilustrasi dukun. (Google Images)

Tawaran emas batangan atau penggandaan uang, memang sungguh sangat amat menggiurkan. Apalagi itu bisa diperoleh secara gaib. Biasanya malah itu aksi tipu-tipuan.

Untuk itulah masyarakat hendaknya tidak mudah tergiur atas tawaran emas batangan atau penggandaan uang yang diambil secara gaib. Kalau masih tergiur, bisa-bisa malah bernasib seperti Ny Sri Hartatik, asal Desa Kletek, Kecamatan Taman yang terbujuk uang Rp 15 juta.

Korban kepincut ulah tersangka setelah Acmad Suud (30), asal Lamongan kos di kawasan Terminal Purabaya mendatangi rumah korban, 3 September 2014. Ketika berkunjung ke rumah korban, tersangka berdalih jika mendapat petunjuk gaib, jika di sumur korban ada emas batangan. Tak tanggung-tanggung emas batangan yang ada di sumur beratnya mencapai 20 kg.

Mendengar jawaban seperti itu, korban langsung tergiur dan terus bertanya pada tersangka perihal bagaimana cara mendapatkannya. Tersangka yang mengaku sebagai paranormal mulai mengatakan jika untuk mengambil emas tersebut ada persyaratan ritual. Di antaranya menyediakan minyak mistik jenis sauwwa dengan harga Rp 1 juta per botol kecil dan harus disediakan sebanyak 15 botol atau Rp 15 juta.

Loading...

“Uang diserahkan ke tersangka kemudian dibelanjakan minyak yang dimaksud,” tutur Kapolsek Taman AKP Kusminto, Rabu (1/10/2014).

Esoknya tersangka datang ke rumah korban sambil membawa kotak kayu berukuran 50 cm x 30 cm kemudian diberi minyak mistis lalu diberi mantra-mantra. Kotak yang ditutup dengan kain merah itu ditempatkan di ruang khusus rumah korban. Sebelum tersangka meninggalkan rumah korban, sempat berpesan agar kotak tersebut jangan dibuka sebelum 24 hari.

Korban yang sudah penasaran dengan janji yang diucapkan tersangka, saat memasuki hari H segera membuka kotak tersebut. Begitu dibuka, bukan emas batangan yang ada. Tetapi ada 10 batu bata merah tertumpuk rapi di dalam kotak.

Korban yang merasa ditipu langsung mencak-mencak mencari korban di sekitar Bungurasih. Korban juga melaporkan kasus ini ke Polsek Taman dan langsung dilakukan penangkapan.

Tersangka ditangkap petugas saat berjualan asongan di Terminal Purabaya lalu digelandang ke mapolsek.

“Saya nekat melakukan ini  karena dikejar-kejar penagih utang,” elaknya kepada penyidik seperti yang diberitakan Tribun belum lama ini.

Ide untuk mempedayai korban, tersangka mengaku saat merenung bagaimana cara mencari uang dengan cepat. Setelah mendapatkan ide, tersangka langsung mendatangi rumah korban dan sebelumnya korban tidak dikenalnya.

“Saya ngawur saja, pokoknya bisa bertemu dengan tuan rumah dan saya ceritakan jika di sumurnya ada emas batangan,” ungkapnya.

Melihat cara yang dilakukan, tersangka diduga tidak sekali ini saja menipu. Karena tersangka sudah menyiapkan  kotak ‘ajaib’ dan gaya tuturnya sangat halus.

“Makanya ini kami kembangkan terus mungkin ada korban lain. Kepada masyarakat kami meminta jika pernah didatangi tersangka agar melapork,”  kata Kapolsek Taman, AKP Kusminto.

Loading...
loading...