Dedy Manik mahasiswa Udinus tewas misterius di dalam mobil

dedy mahasiswa udinus tewas. (Tribunnews)

Seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Undinus) Semarang, Jawa Tengah bernama Dedy Manik (23 tahun) tewas di dalam mobil Toyota Fortuner miliknya di pinggir jalan SPBU Tambak Aji, Jalan Randugarut, Ngaliyan, Semarang. Peristiwa misterius itu diketahui  pada Sabtu 10 Januari 2015 kemarin.

Menurut Vivanews, Dedy diketahui adalah warga RT 4 RW 2 Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tewasnya Dedy pertama kali diketahui oleh Imam (40) warga Mangunharjo Tugu Semarang yang juga seorang petugas SPBU Tambakaji. Imam mendapati korban sudah tak bernyawa pada sekitar pukul 12.30 WIB.

Awalnya, Imam tak merasa curiga terhadap sebuah mobil Fortuner bernopol G-8856-UB yang terparkir di pinggir pom bensin itu. Ia mengira mobil warna hitam itu memang hendak istirahat akibat kelelahan.

Loading...

“Makanya saya biarkan, saya kira dia sedang tidur,” kata Imam kepada VIVAnews di lokasi kejadian.

Namun, setelah lama terdiam, baik Imam maupun petugas pom bensin lainnya akhirnya curiga karena mobil yang berisi korban diam terlalu lama. Belum lagi, korban dalam posisinya duduk setengah terlentang di kursi kemudi. Kondisi AC dan musik di dalam mobil pun juga menyala.

“Saya curiga karena sejak pagi mobil tersebut sudah terparkir di areal SPBU Tambakaji, bagian pinggir barat. Dia datang sekitar pukul 06.00. Langsung memarkir mobil di situ. Tidak mengisi bahan bakar,” katanya.

Korban yang diketahui mahasiswa keturunan Batak itu terlihat mengenakan kaos oblong warna hitam dan celana jins pendek warna biru, serta masih mengenakan sandal slop. Karena curiga, Imam pun menggedor pintu kaca mobil tepat di pinggir kemudi yang dalam kondisi terkunci.

“Saya lalu lapor polisi yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Setelah pintu terpaksa dibuka, ternyata korban sudah tidak bernafas,” ujar dia.

Penemuan pemuda yang tewas misterius di dalam mobil itu langsung membuat warga sekitar dan sejumlah pembeli BBM di lokasi tersebut gempar. Bahkan, warga berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat dari jarak dekat.

Tim kepolisian dari Polsek Tugu, Polsek Ngaliyan, dan Inafis Polrestabes Semarang tak berlangsung lama tiba di lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Saprodin, mengatakan, usai dievakuasi tidak ditemukan indikasi penganiayaan pada tubuh korban. Namun, untuk membuka pintu mobil tersebut, ‎pihaknya mengundang teknisi dari pihak Toyota. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit.
“Jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr Kariadi,” jelasnya.

Sementara itu, Sukinem (45) kerabat korban yang tinggal di daerah Mangkang langsung tiba di lokasi kejadian setelah mendengar informasi meninggalnya korban.

Menurut Sukinem, pria kelahiran Batang, 17 Juni 1992, itu tidak mempunyai sejarah sakit jantung atau sakit yang lain. “Mungkin dia mau perjalanan pulang, di perjalanan mengalami masuk angin duduk,” katanya.

Selama ini, mahasiswa Udinus Semarang itu tinggal di rumah kos di daerah Sampangan. Kini, keluarga korban di Batang telah mengetahui meninggalnya korban.

“Dia kuliah di Udinus, semester 5. Selain itu, dia itu anak tunggal,” ujar dia.

Loading...
loading...