Demi sang pacar, oknum Brimob ngajak “pasukan” serbu kos-kosan

ekspresi marah. (Google Images)

Kabar heboh dan bikin deg degan terjadi di sebuah rumah kos di Palembang, Sumatera Selatan. Di situ, tiba-tiba terdengar suara keributan disertai teriakan orang ngamuk-ngamuk bukan kepalang.

Perbuatan anarkis itu ternyata dilakukan 8 anggota Brimob di kos kosan Jalan Talang Banten, Lorong Banten III, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang. Mereka menganiaya dua Mahasiswa penghuni kos, Ardian yang tercatat masih sebagai mahasiswa di UMP, serta kekasihnya, Dwi Marleti. Keduanya masih berusia 21 tahun.

Akibat kejadian tersebut, kedua Mahasiswa itu melaporkan salah satu Oknum Brimob yang ikut pengeroyokan, yaitu Bripda Marlando. Oknum tersebut, dikatakannya bertugas di Brimob kota Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Dia dilaporkan ke Bid Propam Polda Sumsel hari ini, Jumat 17 Oktober 2014.

Loading...

Menurut penuturan Ardian, kejadian tersebut berlangsung Selasa 14 Oktober 2014 kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, pelaku mendatangi kos-kosan korban. Pelaku dikabarkan kesal mendengar kekasihnya, yang juga penghuni kos tersebut, ribut dengan penghuni lain.

Bukannya mendatangi seorang diri, pelaku malah membawa tujuh orang temannya untuk menemui penghuni kos, yang diketahui bernama Ayu.

“Ayu itu kos di atas dan aku kos di bawah. Dia itu ribut dengan kawan kos sebelahnya. Tiba-tiba pacarnya datang dengan kawan-kawan anggota Brimob dia,” kata Ardian seperti yang dimuat di Vivanews.com.

Dilanjutkannya, melihat delapan oknum Brimob menyerbu dan datang ke kos-kosan, korban sempat mendekat untuk bertanya.

Namun, bukan jawaban yang didapat, Ardian langsung didorong pelaku dan dipukuli. Melihat adengan itu, Dwi, kekasih korban yang ikut melerai pun menjadi sasaran.

“Kami bingung awalnya mau melapor ke mana. Jadi, baru hari ini. Baru tahu kalau untuk melaporkan anggota Brimob itu ke Bid Propam Polda Sumsel,” jelas korban.

Dari kejadian itu, korban Ardian mengalami luka memar di tangan dan tubuhnya. Sedangkan tangan kekasihnya memar ditarik oleh pelaku.

“Pelaku mendorong badan saya ke tembok dan memukul dada saya. Pacarnya yang mencoba menghalangi ditarik dan tanggannya memar. Ini sudah bentuk anarkis dilakukan oknum polisi. Ramai-ramai datang ke kos-kosan kami dan melakukan tindakan kekerasan,” ujar korban kesal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Komisaris Besar Djarod Padakova menjelaskan, laporan korban sudah diterima dan masih harus membutuhkan beberapa keterangan lain.

Pihaknya berjanji, apabila oknum itu bersalah akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. “Mereka sudah melapor. Besok korban diminta hadir untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Djarod.

Loading...
loading...