Dinding Masjid Agung Ungaran diorek-orek geng motor sialan

masjid agung ungaran. (Kompas)

Aksi jahil geng motor di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang ini sungguh, sangat, amat terlalu meresahkan. Bahkan semakin menjengkelkan. Bagaimaa tidak? Tak hanya ruang-ruang publik, mereka juga menyasar tempat-tempat ibadah. Hmmmm…geleng-geleng.

Tiga buah coretan mengotori dinding lantai tiga Masjid Agung Ungaran yang terletak di depan rumah dinas bupati, Jl Ahmad Yani, Ungaran. Penjaga masjid, Khamdan Ngabdul Hakim (23), mengaku kaget saat mengetahui ada coretan tulisan berwarna hitam dengan ukuran yang sangat besar di dinding salah satu ruangan di lantai tiga.

Tulisan tersebut antara lain “X-NZB2”, “X-NZB2 Siap Tempur”, dan “Voltavia” dengan ukuran huruf sekitar 80 sentimeter.

Loading...

“Kamar kami juga di lantai tiga ini, kalau ada yang naik ke sini pasti kita tahu. Diperkirakan mereka beraksi pada saat pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Saat itu semua penjaga tugas di ruang utama shalat di lantai dua,” kata Hakim, Senin (22/12/2014) siang.

Setelah ditelusuri oleh Hakim, diduga coretan tersebut dibuat oleh anggota geng motor yang mempunyai markas di daerah Bergas dan Bawen. Coretan dinding tersebut sudah ada sekitar tiga pekan yang lalu dan sudah dilaporkan ke Satpol PP Kabupaten Semarang.

“Katanya itu lambang sebuah geng motor yang ada di salah satu SMP di Bergas. Tapi ada yang bilang juga geng motor dari Bawen,” ujarnya.

Salah satu takmir Masjid Agung Ungaran, Marno, mengatakan, sebelum adanya coretan tersebut, pihaknya juga mengeluhkan adanya kejadian pecahnya beberapa asbes dan gipsum yang ambrol. Diduga, hal itu terjadi karena diinjak-injak oleh pelaku yang sama.

Pecahnya asbes tersebut mengakibatkan gipsum di bawahnya ambrol karena terkena aliran air hujan sehingga lantai utama masjid tergenang air.

“Asbes yang ambrol ada empat lembar ukuran 90 cm x 2,2 meter dan gipsum empat lembar ukuran 1,2 meter x 2,40 meter. Bagian atap ini sudah dua kali kita perbaiki akibat diinjak-injak. Lha itu belum lama, malah ada coretan di dinding ini,” terang Marno.

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Marno, kaligrafi bertuliskan “Allah” yang terbuat dari stainless di bagian mustaka atau puncak masjid juga hilang. Di bagian tiang mustaka malah digantungkan duk (setangan leher) Pramuka.

“Entah bagaimana caranya mereka bisa naik ke puncak masjid. Yang jelas tulisan ‘Allah’ hilang, ditutupi duk Pramuka. Di atap juga ada peci yang ketinggalan,” ungkapnya.

Kejadian yang meresahkan ini pun sudah dilaporkan ke pihak Satpol PP Kabupaten Semarang dengan harapan ke depan keberadaan Masjid Agung terhindar dari tangan-tangan jahil. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya setiap pelaksanaan ibadah shalat Jumat mengerahkan remaja putri untuk mengawasi area parkir dan tangga menuju lantai dua masjid.

“Sementara kami minta bantuan anak-anak Panti Sahal Suhail yang putri untuk berjaga di area parkir dan sekitar masjid pada saat Jumatan. Kalau ada yang keluyuran di tengah parkir dan lantai masjid saat shalat Jumat bisa dideteksi,” imbuhnya diberitakan Kompas.

Loading...
loading...