Dipegang-pegang sembarangan, si mulus ini “nyemplung” ke Sungai Cikapundung

mobil masuk sungai Cikapundung. (Kompas.com)

Punya mobil baru itu ibarat gadis perawan. Harus dijaga, jangan sampai ternoda, apalagi rusak karena kecelakaan dan kecerobohan lantaran tidak bisa menjaga diri. Kalau tidak Anda pemilik mobil baru bisa mengalami kejadian apes karena harganya ratusan juta rupiah.


Sebuah mobil Honda Brio warna putih hampir terjun ke Sungai Cikapundung di kawasan Viaduck, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 15 November 2014 dini hari. Mobil itu berhenti setelah menabrak dan tersangkut di pagar pembatas jalan dan sungai.

Reihan (16) yang mengemudikan mobil itu mengaku kehilangan kendali saat berbelok di jalan yang sedikit menurun. Ia juga mengaku memainkan rem tangan saat menyetir mobil itu. “Tadi saya lagi bercanda sama teman-teman. Rem tangan keangkat,” kata pelajar kelas I SMA tersebut, Sabtu, dini hari.

Selain Reihan, dalam mobil itu ada tiga temannya, yakni Aldin, Trisnandi, Farhan. Ketiganya sama-sama berusia 16 tahun. Mereka terlihat shock setelah mengalami kecelakaan. “Saya tidak kebut-kebutan, tadi juga jalanin mobilnya pelan,” kata Reihan yang mengaku tengah mencari makan dan hendak menuju rumah.

Loading...

Seorang sopir taksi yang menyaksikan kejadian itu mengatakan, mobil itu melaju dari arah Jalan Braga. Sopir itu melihat pengemudi menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan.

“Sebelumnya, (saya) sempat jalan bersamaan dengan mobil itu. Mobil itu selap-selip, terdengar gesekan ban dengan aspal. Saya ngalah mempersilakan mobil itu jalan duluan. Eh, tiba-tiba nabrak,” kata sopir taksi tersebut.

Mobil Brio putih itu terlihat ringsek bagian depannya karena menghantam pembatas jalan dinding sungai. Reihan mengaku, mobil yang dikendarainya itu milik orang tuanya yang baru saja dua hari turun dari dealer resmi. “Mobilnya baru turun dua hari,” kata Reihan. Meski baru turun dua hari dan STNK-nya belum turun, sudah terpasang plat nomor mobil dengan D 1683 ACB. Saksi, sopir taksi yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, mobil Brio yang ditumpangi empat ABG tersebut berjalan bersamaan di Jalan Braga. Menurutnya, mobil tersebut ugal – ugalan sambil “nge – drift”.

Menurut Kompas.com, aparat kepolisian telah memeriksa lokasi kecelakaan berikut pengemudi dan para penumpangnya. Saat ditanya polisi, Reihan mengaku tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Mobil itu juga baru dibeli atas nama ayahnya. “Baru satu-dua hari turun (dari dealer),” kata dia.

Reihan menegaskan, ia dan teman-temannya tidak minum minuman keras. Namun, polisi ingin membuktikannya dengan tes urine. Polisi juga menghubungi orangtua mereka masing-masing.

Pantauan Kompas.com, bagian depan mobil tersebut rusak akibat membentur tiang besi pembatas jalan. Mobil itu diderek menuju Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat. Para penumpang pun turut diamankan.

Loading...
loading...