Dituduh menghina Nabi Muhammad, fotografer Iran terancam dieksekusi mati

Soheil Arabi. (Google Image)

Seorang fotografer dan blogger Iran divonis mati atas tuduhan menghina Nabi Muhammad di Facebook. Dia terancam hukuman mati.


Namun, eksekusi dari vonis mati terhadap fotografer bernama Soheil Arabi itu masih menunggu putusan Mahkamah Agung Iran. Arabi ditangkap pada November 2013 oleh aparat Garda Revolusi (IRGC) di rumahnya, di Teheran.

Arabi dituduh menghina Nabi Muhammad melalui sejumlah posting-an di Facebook. Dia lantas dijebloskan ke penjara selama dua bulan di sel isolasi nomor 2A di penjara Evin dengan pengawasan ketat dari IRGC.

Setelah diinterogasi untuk mendapatkan pengakuannya, Arabi dipindahkan ke penjara blog 350. Dia divonis mati oleh Pengadilan Pidana Teheran yang dipimpin lima hakim pada 30 Agustus 2014. Dia lantas mengajukan banding ke Mahkamah Agung Iran.

Loading...

Diberitakan oleh Sindonews.com, pengacara Arabi berharap Mahkamah Agung Iran akan menerima banding kliennya dengan menolak vonis mati. Kelompok Kampanye HAM Internasional menulis laporan, bahwa jika Arabi mengeluarkan pernyataan hinaan karena mengutip dari seseorang, maka hukuman mati itu bisa diganti menjadi 74 cambukan.

Namun, pengadilan yang memvonis mati Arabi, ternyata menambahkan dakwaan, yakni dengan tuduhan “membuat kerusakan di muka bumi”. Jika dakwaan tambahan itu disetujui Mahkamah Agung, maka fotografer Iran itu tidak bisa diampuni dari eksekusi mati.

”Oleh karena itu, pada tahap ini kami berharap Mahkamah Agung menghilangkan tambahan kesalahan (dakwaan), dan mengembalikann kasus ini ke pengadilan lateral untuk dikaji ulang. Jika tidak, Arabi akan dieksekusi,” kata seorang sumber dari kelompok Kampanye HAM Internasional, seperti dikutip IB Times, Kamis (27/11/2014).

Loading...
loading...