Dugaan indehoi paksa WN Tiongkok, Angkasa Pura II: bisa jadi suka sama suka

ibu mudan. (Google Images)

Seperti diberitakan sebelumnya, dulu ada warga negara Tiongkok yang mengaku diperkosa R dan B, petugas Bandara Soekarno-Hatta. Terkait dengan laporan tersebut, pengelola Bandara Soekarno Hatta, PT Angkasa Pura II membenarkan R dan B adalah karyawan mereka. Namun, mereka mengaku belum bisa memastikan apakah keduanya melakukan tindak pidana.


General Affair Manager PT Angkasa Pura II Yudis Tiawan meminta media dan masyarakat tidak menghakimi karyawannya.

“Kita kedepankan azas praduga tak bersalah, patut diduga ada kejadian asusila, namun bisa jadi bukan pemerkosaan, karena perempuan WN Tiongkok itu tidak dipaksa, bisa jadi suka sama suka, atau ada kemungkinan lain, maaf, seperti transaksional (seks), karena kami belum terima penjelasan resmi dari kepolisian,” ujarnya saat dihubungi Warta Kota, Jumat (26/12/2014).

Menurut Yudis, kedua karyawan memang tercatat masuk pada 2004 dan 2011. Tugas mereka sebagai keamanan penerbangan memang membantu melakukan pengamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk kepada penumpang.

Loading...

“Jadi tidak jelas apakah wanita WN Tiongkok itu baru datang dari luar negeri, sebab kami mendapat informasi, wanita itu juga pernah turun dari taksi di terminal keberangkatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika R dan B bertemu wanita itu, ia bukan berada di dalam area kedatangan yang digunakan penumpang baru turun pesawat. Awalnya, kata Yudis, kedua karyawan berniat baik terhadap wanita tersebut, karena membantu mencarikan tempat istirahat.

“Jadi kami juga menunggu dari Polisi terkait kepastian ini, apakah wanita itu benar-benar baru datang? Dari mana dia datang, dan mau ke mana dia?” jelasnya.

Yudis menjelaskan, PT Angkasa Pura II sudah memberikan sanksi pembebastugasan sementara kepada kedua karyawan tersebut. Ia mengatakan, jika di kemudian hari diketahui kedua karyawan ini melakukan tindak pidana, maka pihaknya akan memberikan sanksi lebih tegas, bisa sampai pemecatan.

“Kami tidak mungkin membela orang yang salah secara hukum, namun kami juga belum mendapat informasi yang pasti dari Polisi maupun Kedutaan Besar Tiongkok. Biar bagaimanapun, kami memohon maaf dan memberikan empati atas dugaan kasus ini,” tuturnya.

Loading...
loading...