Eri Yunanto jatuh di kawah Merapi, ini kronologi lengkapnya!

Seorang pendaki yang juga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta bernama  Eri Yunanto (21) jatuh di kawah Gunung Merapi dengan kedalaman sekitar 100-200 meter. Eri Yunanto jatuh sekitar pukul 11.00 WIB, korban terpeleset hingga jatuh ke dalam kawah.

Martha, salah seorang rekan Erri, kepada Samsuri, mengatakan tidak mengetahui persis lokasi jatuhnya Erri. Martha hanya mengatakan Erri jatuh ke arah kawah Merapi. Saat itu, Erri sempat berteriak meminta tolong.

Bahkan beberapa saat setelah jatuh, suara Erri masih terdengar. Hal itu menandakan masih ada harapan bagi Erri untuk diselamatkan karena tidak langsung tercebur masuk dalam kawah. Namun belum diketahui bagaimana nasib Erri saat ini.

Loading...

Martha dan rekan-rekannya yang masih panik dan lelah belum bisa dimintai banyak informasi soal kronologi jatuhnya Erri. Diduga, Erri jatuh karena terpeleset saat berada di puncak Gunung Merapi. Kondisi puncak Merapi saat ini memang rawan semenjak letusan 2010 lalu.

Pascaletusan, puncak Merapi semakin menyempit. Puncak Garuda dan kawah mati yang dulunya terpisah, kini menyatu menjadi kawah aktif setelah letusan 2010. Sementara itu, lebar kawah Merapi kini bertambah.

Menurut Detik.com, Eri Yunanto sebelumnya bersama lima rekannya melakukan pendakian. Saat berada di puncak Merapi, sekitar pukul 11.00 WIB, korban terpeleset hingga jatuh ke dalam kawah. Lima orang rekannya kemudian langsung turun dan melaporkan peristiwa itu di Pos Pendakian Merapi di Selo, Boyolali sekitar pukul 14.00 WIB. Warga bersama tim SAR Boyolali langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Teman-teman SAR DIY bersiap menuju lokasi untuk membantu teman-teman SAR dari Boyolali dan Klaten yang sudah berada di lokasi. Belum ada informasi tambahan dari tim yang sudah di lokasi mengenai kondisi korban,” ungkap Humas SAR DIY, Teguh Supriyadi.

Sementara itu Ketua Harian SAR DIY, Feri Ardianto menambahkan tim SAR DIY akan mengirimkan bantuan tim vertical rescue dengan perlengkapan standar rescue atau semacam alat bantu pernafasan untuk evalusi gas beracun atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Hingga malam ini tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali masih melakukan evakuasi dan belum memastikan apakah korban yang berasal dari Yogyakarta ini masih hidup atau tidak.

Koordinator Relawan Barameru Merapi, Samsuri menuturkan korban mendaki Merapi bersama lima orang temannya dari Selo, Boyolali, Jumat (15/6/2015) malam.

Saat berada di kawasan puncak Merapi, korban terpeleset dan jatuh ke dalam kawah.

Kelima teman korban langsung turun dan sampai di Pos Pendakian pintu Selo sekitar pukul 14.00 WIB untuk melaporkan kejadian naas tersebut.

“Sekitar pukul 15.00 WIB, Tim SAR bersama relawan dan warga langsung menuju puncak untuk melakukan proses evakuasi, dan masih belum ada kabar,” ujar Samsuri saat dihubungi.

Menurutnya, proses evakuasi diperkirakan akan sulit dilakukan karena saat tim evakuasi sampai ke lokasi dipastikan hari sudah petang.

“Selain itu, kedalaman kawah merapi juga cukup dalam, yang mencapai 200 meter. Kami berharap secepatnya ada kabar tentang kondisi korban,” tandasnya.

Semoga lekas ditemukan dengan selamat! Amin

Loading...
loading...