Final pertandingan basket di GOR Tangerang, SMAN 1 Kota Tangerang malah sewa DJ seksi

SMAN1 Tangerang dugem seksi. (Merdeka)

Kritikan pedas dari sejumlah pihak dilontarkan untuk SMAN 1 Kota Tangerang. Pasalnya, pertandingan final basket yang digelar SMA favorit tersebut ditutup dengan acara dugem di GOR Tangerang, Jalan Dimyati, Minggu 26 Oktbwe 2014 malam lalu.

Inilah beberapa kritik tersebut seperti yang dikutip dari Merdeka.com

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya Faridal Arkam Machus mengatakan, Kota Tangerang merupakan kota pelajar dengan motto Kota Akhlakul Karimah sehingga membuat seluruh masyarakatnya hidup dalam sendi-sendi keagamaan, tidak terkecuali pelajar.

“Sementara acara dugem yang menghadirkan seorang DJ wanita seksi, DJ Yasmine. Jelas tidak merepresentasikan motto Kota Tangerang yang selama ini dijaga dan diterapkan. Contohnya ada Perda larangan minuman keras dan pelacuran, yang dibuat untuk meninimalisir perbuatan-perbuatan maksiat,” katanya, Senin (27/10).

Faridal juga menilai, Pemkot Tangerang yang tidak jauh dari GOR telah kecolongan dengan adanya acara dugem yang terselip dalam pertandingan basket tingkat pelajar.

Loading...

“Karena itu HMI meminta kepada Pemkot Tangerang dalam Hal ini Disporbudpar Kota tangerang untuk menindak tegas Pengelola GOR Kota Tangerang yang memberikan izin acara tersebut,” tegas Faridal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin sangat menyayangkan jika benar adanya pesta dugem layaknya didiskotik pada Minggu malam lalu.

“Kalau memang betul terjadi seperti itu, kami akan bicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan memanggil Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Tangerang untuk menjelaskan hal ini,” katanya.

Pembunuhan di Blendung, wanita cantik ditemukan tewas tanpa celana
Berita yang dimuat Merdeka.com menyebutkan, mayat tanpa celana itu ditemukan dengan masih mengenakan kaos hitam bertuliskan, ‘Papa+Mama=Aku’.

Sesosok mayat perempuan ditemukan warga di lahan perkebunan, Kampung Blendung, Desa Blendung, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (25/10/2014) lalu. Diduga mayat berkaos ‘Papa+Mama=Aku’ adalah korban pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Subang AKP Indra Saputra mengatakan, terdapat luka tusuk senjata tajam yang bersarang di tubuh perempuan paruh baya tersebut. “Terdapat tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban kemungkinan dibunuh,” ucap Kasatreskrim Polres Subang AKP Indra Maulana saat dihubungi wartawan, Senin (27/10).

Penemuan jasad perempuan di area kebun milik Adul (55) itu diketahui pertama kali oleh seorang pemburu hewan liar, Gantang (32) sekitar pukul 17.30 WIB. Warga yang menemukan sesosok mayat langsung melaporkan kepada aparat berwajib. “Kami tidak menemukan tanda pengenal atau kartu identitasnya,” terangnya.

Dijelaskannya, mayat saat ditemukan tidak memakai celana. Wajahnya pun sudah sulit dikenali karena membusuk. “Perkiraan sudah seminggu meninggal dengan keadaan membusuk.”

Hingga kini polisi terus menelusuri identitas perempuan tersebut. Ciri-ciri lainnya rambut hitam lurus, tinggi sekitar 150 centimeter. Saat ini lanjut dia, korban berada di RSUD Karawang.

Dia melanjutkan, bagi warga merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera menghubungi ke Polsek Purwadadi atau Polres Subang.

Loading...
loading...