Foto-foto penampakan paha mulus tante-tante penjual Bakso Djingkrak ukuran besar

Ada berbagai macam bakso di Indonesia, dan yang paling heboh beberapa pekan ini adalah keberadaan Bakso Djingkrak. Pasalnya, warung bakso yang terletak di Sunter, Jakarta Utara menyajikan penampilan para pelayan wanita-wanita bening yang mirip tante-tante seksi.

Ya, para tante tante seksi yang seperti gemar fitnes ini bertindak sebagai pelayan warung bakso Djingkrak. Dari foto yang diunggah netizen di media sosial, sejumlah wanita mengenakan kaos outfit warna orange yang terbuka di beberapa bagian tubuh.

Kaos outfit orange ini dipadukan dengan celana jeans dengan potongan di bagian paha. Tak hanya itu, riasan make up melengkapi paras cantik mereka.

Loading...

Dengan’seragam kerja’ seperti ini, para pelayan cantik ini seolah memperlihatkan punggung dan paha putih dan mulus mereka.

Makan bakso di tempat ini dijamin memberikan nuansa berbeda.

Adapun salah satu wanita seksi itu ternyata memang pemilik kedai Bakso Djingkrak yang terletak di Jalan Danau Sunter Utara No 27-28, Jakarta Utara. Namanya Agnes. Dirinya bercerita awal mula dipilihnya pakaian tersebut. Menurutnya, oranye sengaja dipilih menyesuaikan dengan dekorasi kedai.

“Nyari baju oranye kan susah, akhirnya kita beli kaos oblong digunting-gunting, kan untuk pakai sekali. Kita enggak beli yang mahal-mahal,” ungkap wanita berwajah seksi ini.

Dalam media sosial beredar luas foto para wanita seksi sedang melayani pemesan. Satu yang menjadi perhatian, ada baju yang sampai melorot saat dikenakan. Bagaimana tanggapan Agnes?

“Kita melayani, karena gerak sana sini enggak tahunya molor. Kita kan sibuk, keringetan, eh tambah molor. Orang iseng, kita enggak sempat naikin difoto, jadinya begitu,” ujarnya sambil tersenyum dan tidak tersinggung.

Kok namanya Djingkrak?

Pemilik lain Yusi mengungkapkan asal usul nama kedai tersebut. “Jadi makan bakso pedas gitu, mulai jingkrak-jingkrak,” katanya.

Ide membuka kedai ini karena keduanya memang tidak bisa hanya diam di rumah. Begitu ada kesempatan, kata Yusi, diputuskan untuk membuka usaha kuliner.

“Selanjutnya kita punya mimpi membesarkan tempat ini, dan punya lagi di tempat lain. Nanti kita bisa bergantian mengunjungi dan melayani langsung pelanggan,” tandasnya.

Nah, inilah penampakan para pelayan seksinya yang juga pemilik yang dikutip dari Facebook, Merdeka, Liputan6, dan Tempo.

paha mulus bakso jingkrak 14 paha mulus bakso jingkrak 15 paha mulus bakso jingkrak 16 paha mulus bakso jingkrak 17 paha mulus bakso jingkrak 18 paha mulus bakso jingkrak 19 paha mulus bakso jingkrak 20 paha mulus bakso jingkrak 1 paha mulus bakso jingkrak 2 paha mulus bakso jingkrak 3 paha mulus bakso jingkrak 5 paha mulus bakso jingkrak 7 paha mulus bakso jingkrak 8 paha mulus bakso jingkrak 9 paha mulus bakso jingkrak 10 paha mulus bakso jingkrak 11 paha mulus bakso jingkrak 12 paha mulus bakso jingkrak 13

Sejarah bakso

Tahukah Anda bahwa Bakso sebenarnya memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari istilah ‘bakso’ berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti ‘daging giling’. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang.

Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali.

Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.

Loading...
loading...