Foto tanpa busana mahasiswi di Trenggalek disebar

Perbuatan mahasiswa berinisial IPP di Trenggalek, Jawa Timur ini sungguh sangat amat nekat sekali. Lha bagaimana tidak nekat? Dia tega-teganya dan berani-beraninya nekat menyebarkan foto mantan pacarnya dalam keadaan tanpa busana.

Adapun pacarnya itu adalah seorang mahasiswi berinisial Rwt (18).

Mengapa IPP nekat begitu? Ya, menurut Merdeka.com, tindakan itu dilakukan IPP gara-gara putus cinta.

Loading...

“Konten itu disebarkan melalui pesan elektronik, BlackBerry messenger maupun Facebook. Kasus ini sedang kami tangani, dan terduga pelaku sudah ditangkap sesuai laporan korban,” kata Kasubag Humas Polres Trenggalek, Ipda Adit Suparno di Trenggalek, Rabu (9/9).

Menurut Antaranews, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek, Jawa Timur menangkap IPP di rumahnya, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Selain menangkap IPP, polisi juga menyita ponsel IPP yang diduga digunakan untuk menyebarluaskan gambar korban.

“Di dalam ponsel tersangka, petugas masih menemukan bukti gambar-gambar korban yang kemudian disebarluaskan melalui pesan elektronik maupun BBM tadi,” lanjutnya.

Adit mengatakan, tersangka IPP sudah mengakui sebagai pelaku pertama penyebaran foto-foto korban, dengan motif dendam karena diputus cinta.

“Pelaku atau tersangka ini mengaku sudah beberapa lama pacaran namun kemudian putus. Setelah putus inilah dia melakukan pengancaman dan menyebarkan gambar korban,” jelasnya kepada Antara.

Atas perbuatan pidana tersebut, IPP kini mendekam di tahanan Mapolres Trenggalek.

Penyidik menjeratnya dengan pasal 27 Undang-undang RI Nomor 11/2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal enam (6) tahun penjara.

Kasus foto tanpa busana di Trenggalek bukan pertama ini. Bedanya ini fotonya oknum guru di SD Negeri I Nglebeng, Kecamatan Panggul, Trenggalek berinisial KDH. Dari pengakuan KDH, fotonya itu beredar luas setelah ia mentransfernya ke ponsel salah seorang teman lamanya berinisial N.

Disdikbud Trenggalek  mengambil tindakan dengan memutasi yang bersangkutan menjadi staf di Unit Dinas Pendidikan (UDP) Kecamatan Panggul, untuk menghindari gejolak di sekolah dan masyarakat.

Seorang Komite Sekolah SD Negeri I Nglebeng Sugiyanto mengatakan, munculnya kasus foto guru SD tersebut telah merugikan dunia pendidikan karena menganggu kenyamanan di sekolah tempat KDH bekerja.

Menurutnya, sejumlah wali murid juga menuntut agar Dinas Pendidikan maupun Bupati Trenggalek memberikan sanksi yang setimpal terhadap KDH dan memindahkan dari SD Negeri I Nglebeng.

Loading...
loading...