Gelombang panas di India dan penjelasan ilmiah lengkap

Gelombang panasĀ  menyerang India. Cuaca ekstrem ini menyebabkan lebih dari 1500 orang twas dan jalan di beberapa kota meleleh aspalnya. Apa itu gelombang panas? Berikut penjelasan ilmiahnya!

Sebelum membahas dari sisi ilmiah, untuk diketahui terlebih dahulu bahwa bagian selatan India menjadi wilayah yang terkena serangan panas paling parah. Ada pun negara bagian yang paling menderita akiba serangan panas adalah Andhra Pradesh.

Mei dan Juni merupakan bulan-bulan terpanas di India dengan suhu udara sering kali melebihi 40 derajat celsius. Namun, pakar cuaca mengatakan, hari-hari panas dengan suhu mencapai 45 derajat celsius terus bertambah selama 15 tahun terakhir.

Loading...

Diakibatkan tiupan angin kering dari Iran dan Afganistan, gelombang panas ini diperkirakan akan berakhir pekan ini sebelum musim hujan mengguyur wilayah timur dan selatan India.

Berbagai rumah sakit di India pun kewalahan menerima pasien akibat serangan panas. Akibatnya, cuti para dokter di India dibatalkan untuk mengatasi lonjakan pasien.

Gelombang panas ini juga merusak infrastruktur. Jalanan di India pun menjadi korban serangan gelombang panas, yang menyebabkan aspal meleleh. Hal ini terlihat pada rusaknya jalan di New Delhi, salah satunya di dekat Rumah Sakit Safdarjung. Aspal yang meleleh menyebabkan jalanan rusak dan zebra cross pun terlihat berantakan.

Kerusakan jalan itu bahkan memicu kemacetan lalu lintas. Tapi belum diketahui kapan pemerintah kota setempat memperbaiki jalanan yang rusak, mengingat belum diketahui kapan serangan panas yang mencapai 50 derajat celcius itu berakhir.

Apa itu gelombang panas?
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki analisis ilmiah terkait kejadian ini. Fenomena gelombang panas di India terjadi karena perluasan pola musim panas.

“Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan fenomena aliran udara panas yang melanda India, di mana dilaporkan sekitar 1.100 orang meninggal dunia di wilayah Andrha, Pradesh dan Telanggana. Badan Meteorogi India mencatat suhu udara pada 26 mei 2015 mencapai 48 derajat celcius, bahkan hingga malam hari pun dilaporkan suhu udara tetap panas,” kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab mengawali penjelasannya, Kamis (28/5/2015).

Penyebab utama fenomena ini adalah terjadinya perluasan pola musim panas di India. Suhu udara naik sekitar 5 derajat celcius dari suhu yang seharusnya. Ketika melewati permukaan, suhu menyebar dan bertambah panas.

“Pada dasarnya aliran udara panas adalah sebuah pola musim panas yang meluas (extended summer), diindikasikan dengan suhu udara sekitar 5 derajat celcius di atas rata-rata suhu maksimumnya. Ketika aliran udara panas ini melewati permukaan daratan yang luas, maka terjadi interaksi yang pada akhirnya memperkuat aliran udara panas ini seperti yang terjadi di India,” jelas Fachri sebagaimana dikutip dari Detiknews.com.

“Dari analisa kami, aliran udara panas ini diperkirakan masih akan bertahan dalam 5 hari ke depan di sekitar wilayah utara dan timur laut India. Bagi warga Indonesia yang sedang berada di sana agar mewaspadai fenomena ini,” imbuhnya.

Data paling terbaru, korban akibat gelombang panas di India sudah menembus angka 1.118 jiwa. Pemerintah memberlakukan peraturan agar penduduk tak keluar rumah, namun tetap saja masih ada masyarakat yang keluar dari rumahnya, hingga akhirnya terkena gelombang panas.

Loading...
loading...