Hanya gara-gara salah parkir, wartawan SH dikeroyok satpam Kemenhub

Kekerasan wartawan. (Banten Post News)

Perbuatan sekelompok satpam ini memang tidak mencerminkan kelemahlembutan. Mereka rame-rame menghajar Christian, seorang pewarta dari harian sore Sinar Harapan di Kantor Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2014).


Akibat dikeroyok, Christian mengalami luka-luka bekas cakaran.
“Saya terluka di tangan karena kena cakaran saat diseret-seret sekitar enam satpam. Bukan masalah lukanya, tapi kekerasan dan teror dari satpam-satpam itu yang bikin saya tidak terima. Mereka itu preman, bukan satpam,” kata Chris kepada wartawan pascakejadian.

Kejadian itu berawal sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Ketika itu Chris bukan dalam rangka meliput berita. Namun sembari berangkat ke lokasi pekerjaan dia mengantarkan istrinya, untuk mengirim pesanan barang perabotan rumah tangga. Saat itu korban memarkirkan kendaraanya di depan lobi Kemenhub. Namun dia ditegur oleh seorang sekuriti. Sekuriti tersebut meminta dirinya memindahkan mobilnya dengan cara yang kasar.

“Saya protes karena merasa diperlakukan tidak adil. Karena saya melihat beberapa mobil lain parkir di lokasi drop off depan lobby gedung itu. Tetapi yang lain tidak ditegur,” katanya.

Loading...

Tidak lama kemudian terjadi cekcok mulut antarkeduanya. Sejumlah sekuriti datang membantu pelaku dan menyeretnya ke pos sekuriti.

“Saya kemudian tunjukkan kartu pers saya. Tapi ada yang bilang, emang pengaruh wartawan di sini,” kata Chris menirukan ancaman pelaku.

Bahkan seorang sekuriti mengancam akan menusuknya jika bertemu di luar. “Awas kalau ketemu di luar, aku tuja (tusuk) kau,” kata Chris.

Tidak terima dengan kekerasan yang dialaminya, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Gambir. Polisi berjanji akan memproses secara hukum para palaku.

Dikonfirmasi soal hal tersebut, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Barata saat mengatakan, korban datang ke Kemenhub bukan dalam kapasitas sebagai wartawan.

“Dia salah parkir sehingga sekuriti menegurnya. Saya juga sudah minta maaf. Nanti akan ada tindakan untuk anak buah saya,” katanya seperti diberitakan Tribun Jakarta.

Loading...
loading...