Hebat, solusi atasi kemacetan ala Bima Arya, ngontel ke kantor

Bima Arya naik sepeda. (Sindonews.com)

Berbagai cara kini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayahnya itu. Meskipun rentan dituding nyinyir “pencitraan”, kepala daerah kota hujan tesebut mengeluarkan program bersepeda atau naik angkot setiap hari Senin kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk beraktivitas.

Tidak main-main, larangan penggunaan kendaraan pribadi dalam sehari itu mulai dijalankan dan dilaksanakan jajarannya pada Senin 24 November 2014, pagi, hingga empat tahun ke depan.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyatakan, dikeluarkannya program tersebut adalah untuk mengurangi kemacetan kendaraan. Terlebih, Kementerian Perhubungan memberikan peringkat pertama Bogor sebagai kota termacet di tanah air. Dan juga meningkatnya polusi udara serta mengurangi penggunaan bahan bakar minyak oleh para PNS.

”Program ini sebagai in-evisiensi kepada PNS sama mengurangi kemacetan. Selain itu juga bagus untuk kesehatan pegawai untuk berolah raga. Jadi mulai sekarang penggunaan kendaraan pribadi salam sehari kami larang. Silahkan pegawai naik angkot atau sepeda,” tegasnya seperti diberitakan IndoPos.

Lebih lanjut, kata Bima, kebijakan ini hanya berjalan satu hari dalam seminggu. Hal itu berlaku kepada 4000 PNS untuk memanfaatkan angkot atau sepeda menuju tempat kerjanya masing-masing. Dipilihnya hari pertama itu dikarenakan jumlah pengendara yang digunakan warga sangat padat.

Loading...

Apalagi, hari itu pun sangat padat dengan aktivitas kerja. ”Ini sangat berpengaruh. Mengingat Senin merupakan hari sibuk. Upaya ini untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, yang juga menyumbang kemacetan kota,” katanya.

Di lingkungan Pemkot sendiri ada sekitar 400 PNS dengan 50 kendaraan operasional. Sebagian besar kendaraan pelat merah tersebut terparkir dan digunakan beberapa kepala dinas. Ke depan mereka berencana penggunaan kendaraan dinas tersebut dikurangi. Dirinya berharap para PNS itu mengerti dengan kebijakan yang dikeluarkan itu.

Bima menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi terkait kebijakan tersebut. Namun demikian, kata Bima, seharusnya tidak ada alasan bagi PNS untuk mangkir dari kebijakan tersebut.

Hal ini dilakukan untuk menekan tingkat kemacetan pada hari sibuk.”Teknisnya kan tinggal kami yang mengaturnya, agar tidak kesiangan atau tidak bolos kerja, ini harus dibenahi agar tidak terjadi kesalahan teknis,” imbuhnya.

Terkait itu, sebagian besar pegawai setuju dengan kebijakan tersebut, namun tidak sedikit juga yang meminta agar hari tanpa kendaraan tersebut dialihkan ke hari lain. Sebab, beberapa PNS bertempat tinggal jauh dari Balaikota.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan juga bentuk toleransi kepada pengguna angkutan umum dan mengurangi polusi. ”Kebijakan ini selain menekan kemacetan juga mengurangi polusi udara, “ujarnya.

Aksi bersepeda guna menjalankan program tersebut dilakukan Walikota Depok Bima Arya Sugiarto bersama Wakil Walikota Usmar Hariman. Orang nomor satu Kota Bogor itu menggunakan sepeda sekitar pukul 07.00 dari rumah dinasnya berjarak 1 kilometer dari Balaikota untuk bekerja.

Sementara, Usmar Hariman memilih menggunakan angkutan umum. Kegiatan itu pun diikuti oleh ribuan PNS Balaikota Bogor. Mereka masuk kerja di Pemkot yang ada di Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor menggunakan angkutan umum dan sepeda.

Tidak jarang juga pegawai yang menitipkan kendaraannya di tempat parkir terdekat dengan kantor kepala daerah itu.

Loading...
loading...