Ingin balapan nggak punya motor, malah nyolong

Ilustrasi pembalap dikejar motor. (Google Images)

Ada-ada saja alasan Imam Wahyuni (22) warga Jalan Gubeng Kertajaya V/8 Surabaya. Dia nekat mencuri motor gara-gara ingin ikutan balap motor. Mbok ya sudah, kan bisa pinjam atau menyewa, malah lebih murah daripada beli atau kredit.

Akibatnya ya begini ini, tukang sampah ini harus berurusan dengan Polisi.

Kapolsek Gubeng, Kompol Yakhob Silvana Delareskha menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka dengan mengincar motor milik Sukarno di Jalan Dharmawangs I/2 Surabaya.

Loading...

Saat itu, sepeda motor Yamaha Xeon nopol L 5106 CL itu diparkir di depan rumah.

Melihat suasana sekeliling sepi, tersangka mendekati sepeda motor dan mencoba menghidupkanya dengan kunci yang dibawa.

“Tapi usaha menghidupkan motor gagal, selanjutnya tersangka mendorong motor dibawa kabur,” kata Yakhob, Selasa (4/11/2-14).

Setelah sukses mencuri motor milik Sukarno, ungkap Yakhob, tersangka akan menggunakan sepeda motor curian tersebut untuk balapan.

Ini dikarenakan tersangka meskipun bekerja sebagai tukang sampah memiliki kegemaran balapan sepeda motor.

“Itulah rupanya menjadikan tersangka nekat mencuri sepeda motor karena keinginan balapan pada dirinya cukup kuat,” tandas Yakhob seperti diberitakan Tribunnews.com.

Untuk mempertangung jawabkan perbuatanya tersebut, tambah Yakhob, tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian.

“Tersangka terancam hukuman penjara 5 tahun,” tutur Yakhob. (Tribun)

Loading...
loading...