Inilah 10 orang yang diduga penyerang bus suporter PSCS Cilacap

Pelaku pengeroyokan terhadap suporter PSCS Cilacap diamankan Polres Sleman, Selasa (14/10/2014). (Tribun Jogja)

Nasib apes dialami suporter PSCS Cilacap beberapa waktu saat di Yogyakarta. Busnya dilempari dan diserang segerombolan orang bercadar hitam dan bertato. Untung saja Pak Polisi bekerja cepat, sehingga para penyerang tersebut berhasil ditangkap.

Dalam hitungan jam, jajaran Polres Sleman bisa mengamankan 10 orang yang diduga kuat turut serta merusak dan menyerang bus rombongan suporter PSCS Cilacap pada Minggu (12/10/2014) malam. Para terduga penyerangan tersebut yakni TY, ID, NG, GS, EK, PJ, SP, IR, SJ, dan GH.

Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menjelaskan, peristiwa perusakan terjadi pada Minggu (12/10/2014) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, bus supoter PSCS Cilacap dalam perjalanan pulang dari menyaksikan pertandingan sepak bola di Solo. Ketika melewati Jalan Solo, tepatnya di depan lokasi parkir bandara bus, bus dirusak oleh sekelompok orang.

“Tadi malam langsung kita lakukan olah TKP. Kita kejar para pelakunya, dan 10 orang diamankan,” jelas Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin saat ditemui di Mapolres Sleman, Senin (13/10/2014).

Loading...

Menurut berita yang dimuat Kompas.com, Ihsan mengungkapkan, setelah merusak bus, para pelaku lantas melarikan diri. Namun, kini mereka sudah ditangkap. “Masih ada kemungkinan (pelaku) bertambah,” ujarnya.

Terkait motif di balik penyerangan, Ihsan mengaku belum mengetahuinya secara pasti. Pihaknya masih akan mendalami apakah kejadian itu bermotif dendam antar-suporter atau karena permasalahan individu. Menurut dia, akibat penyerangan itu, sekitar tujuh orang mengalami luka ringan dan satu orang meninggal dunia. Korban luka ringan telah ditangani, sementara korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Sarjito untuk menjalani visum.

“Belum tahu, apakah meninggal karena jatuh dari bus, kan dilempari, atau meninggal karena hal lain, akan kita lihat berdasarkan hasil visum,” tandasnya.

Sementara itu, Lilik Yulianto, Ketua Slemania, saat ditemui di sela menemani suporter PSCS Cilacap di Mapolsek Depok Timur, menyesalkan peristiwa penyerangan itu.

“Saya menyesalkan dan menyayangkan kejadian ini. Tugas suporter itu kan memberi suport. Setelah selesai pertandingan, ya tetap bersaudara, bukan malah bermusuhan,” tegasnya.

Ia berharap agar semua suporter bisa bersikap dewasa, menjaga persaudaraan dan persahabatan, meski tim yang disayangi kalah atau menang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bus yang ditumpangi puluhan suporter PSCS Cilacap, Minggu malam, diserang oleh sekelompok orang bercadar di Jalan Solo, tepatnya di depan lapangan parkir Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Akibat penyerangan itu, satu orang suporter meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka akibat sabetan pedang serta lemparan batu. BACA SELENGKAPNYA!!

Loading...
loading...