Inilah akun-akun penghina musibah Air Asia mulai Rachma Wati

rachmawati hina airasia

Langit Indonesia sedang berduka. Sejumlah pejabat negara, politikus, tokoh masyarakat, dan warga biasa, sama-sama mengharap doa agar para penumpang yang ada di pesawat AirAsia QZ8501 bisa selamat.

Namun, masih saja ada yang menghina dan terang-terangan tidak menunjukkan empati atas musibah hilangnya pesawat yang mengangkut 155 penumpang, di mana sebanyak 137 penumpangnya adalah orang dewasa, 17 anak-anak, dan satu bayi.

Serta dua pilot, empat awak kabin, dan satu teknisi. Penumpang terbesar dalam pesawat itu merupakan warga negara Indonesia, dan tujuh orang warga negara asing dari beberapa negara.

Loading...

Facebook

Seperti yang ditunjukkan oleh pemilik akun Facebook Rachma Wati misalnya. Dia dengan terang-terangan menulis agar pesawat yang hilang kontak itu tidak ditemukan. Dalam status Facebooknya, akun ini mendoakan agar pesawat Airasia QZ-8501, yang hilang kontak, tak ditemukan. Dia juga menyinggung soal berkurangnya populasi salah satu agama tertentu akibat insiden hilangnya pesawat AirAsia itu.

“Semoga pesawatnya tidak ditemukan, kalau perlu hancur sekalian,” katanya.

Komentar wanita berwajah seksi yang masih duduk di bangku SMA Negeri ini pun langsung tersebar ke sejumlah pemilik akun Facebook lainnya, dan menjadi buah bibir jejaring sosial. Seperti di akun Helga Worotitjan AkunPribadi misalnya.

“Di tengah musibah malah menghina…anak siapa ini? Kalo kamu anak di bawah umur, orang tuamu gagal membuatmu berempati sedikit. Sedikit saja Nak..‪#‎QZ8501‬,” tulis pemilik akun Helga mengomentari status tersebut yang dikutp Republika.

Langsung dihapus dan ngaku di-hack

Ramai dihujat netizen, akun ini lantas menghapus status Facebooknya itu. Dia lantas mengunggah status permintaan maaf sebanyak dua kali.

Dia juga sempat mengunggah guyonan seputar ditemukannya pesawat Airasia. Dia mengunggah gambar yang menunjukkan pesawat mainan Airasia yang tersangkut di pohon rambutan.

Menurut Solopos.com dan Detik.com, Selasa (30/12/2014), akun ini ditengarai milik salah seorang siswi SMAN 1 Setu, Bekasi. Namun, akun itu disebut-sebut telah diretas (hack). “Akun Facebook itu sudah diretas,” terang guru SMAN 1 Setu, Dede Darsono, yang ditemui di sekolah, Selasa 30 Desember 2014.

Dede juga sudah mendengar soal status Rachma yang baru-baru ini membuat ramai. Tapi dia memastikan, akun Facebook itu bukan lagi dikuasai muridnya, tetapi ada peretas.

“Sebenarnya ini bukan yang pertama. Dua bulan lalu, juga ada yang melapor, akun itu dipakai untuk menjelek-jelekkan Pak SBY,” katanya.

Path

Penghinaan juga diungkapkan seorang pria di jejaring sosial Path. Dalam kicauannya, pria itu bahkan mengharap semakin banyak yang jatuh dan murahan, hingga yang tersisa hanya Garuda Indonesia.

“Semoga peswat-pesawat murahan banyak jatuh dan hilang di angkasa. Dan tersisa satu perusahaan yang sangat gw dan keluarga gw percaya, yaitu Garuda Indonesia,” kata pria tersebut.

Kontan, status pria ini langsung mendapat respon dari sesama pemilik akun Path. Respon tersebut datang dari pemilik akun Path Mardian yang dibalasnya dengan nada setengah emosi, dan mengecam.

“Tertawa di atas penderitaan orang lain, gak punya hati nih manusia. Ehh bukan manusia lagi, tetapi iblis,” pungkasnya.

 

Loading...
loading...