Inilah foto-foto siswi SMP Gunungkidul tanpa busana dan kemayu

Tepat pada pertengahan Oktober 2015 yang lalu, masyarakat Gunungkidul, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) digegerkan dengan foto siswi SMP dalam kondisi tanpa busana dan bergaya kemayu. Foto aduhai tersebut begitu cepatnya beredar melalui aplikasi Blackberry Messenger (BBM) dan WhatsApp (WA).


Adapun menurut info yang beredar kala itu, foto pertama menampilkan seorang gadis remaja dengan tubuh sedikit gempal mengenakan handuk di kepala dan berpose setengah badan. Dalam foto itu ia tampak tersenyum sambil membentuk tanda “V” dengan kedua jarinya. Sementara di foto kedua, menampilkan seorang gadis remaja berambut panjang dalam kondisi tanpa sehelai benangpun di atas sebuah tempat tidur. Terdapat empat gambar dengan pose berbeda dalam satu frame.

Salah seorang warga Gunung Kidul bernama Moyo, menuturkan dia mendapatkan foto-foto dua gadis remaja ini dari kiriman seorang teman via Blackberry Massanger (BBM) dua hari yang lalu. ” (Saya) Dikirimi teman sekitar dua hari lalu. Kirimnya via BBM,” kata Moyo, Kamis (8/10/2015).

Moyo mengaku, awalnya tidak menyangka jika dua gadis remaja yang berfoto tersebut adalah warga Gunung Kidul. Namun, dia mendapat informasi dari beberapa temannya jika kedua gadis itu kemungkinan besar memang warga setempat.

Loading...

Dari informasi yang beredar, ujar Moyo, kedua gadis remaja tersebut masih duduk di bangku sebuah SMP di Gunung Kidul. ” Informasinya sih gitu. Masih SMP, disini (Gunungkidul),” tandasnya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul angkat bicara terkait foto yang diduga siswi SMP itu. Sekretaris Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan laporan atau klarifikasi dari sekolah manapun terkait dengan kabar yang menghebohkan dunia pendidikan di Kota Gaplek itu.

“Saya baru kemarin dapat info. Tapi sampai saat ini kita masih menunggu laporan dari sekolah yang diduga tempat siswa tersebut belajar,” katanya, Jumat (09/10/2015).

Sementara untuk pihak sekolah yang ditengarai tempat siswi tersebut belajar, lanjut Bahron, akan segera dipanggil. Nantinya, ia juga akan melihat, anak tersebut bertindak sebagai korban ataukah pelaku dalam kejadian ini.

“Tapi yang pasti nanti kita akan berikan pembinaan kepada pihak-pihak yang terkait. Sehingga hal serupa tidak akan terulang kembali. Kalau dilihat dari paradigmanya, tidak ada anak yang jahat. Tetapi anak yang salah dalam bergaul itu bisa menjadi penyebabnya. Jadi yang harus kita lakukan yaitu dengan memberikan bimbingan serta memahamkan resiko-resiko akibat sebuah perbuatan,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk sanksi yang sifatnya tegas menurut Bahron tidak harus diberikan. Melainkan lebih kepada pemahaman atau pembinaan kepada siswa agar tidak tersesat.

Terkait fenomena foto fulgar yang tak hanya sekali ini terjadi di Gunungkidul tersebut, Bahron berharap, nantinya pemerintah bisa bersama-sama dengan sekolah dan wali murid untuk bisa memberikan perhatian lebih terhadap siswa-siswi atau putra- putrinya masing-masing.

“Untuk orangtua jangan sungkan untuk selalu cek aktifitas handphone anak. Kemudian guru juga bisa melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan,” paparnya.

Terpisah Bagus, salah satu orang tua siswa yang juga warga Wonosari mengatakan, dengan tersebarnya foto aduhai yang diduga dilakukan oleh pelajar setingkat SMP itu, tidak lantas membuat dirinya panik. Tapi dia justru memahami, bahwa peristiwa tersebut sebagai sebuah pembelajaran bagi dirinya selaku orang tua untuk lebih mengawasi putra putrinya dalam bergaul dan memanfaatkan teknologi.

“Kalau saya memahami hal tersebut justru membuat saya semakin semangat mendidik anak. Jika ada wacana menyita handphone anak. Kalau saya tidak, tapi lebih memberikan pemahaman saja jika handphone itu peruntukannya bukan buat seperti itu,”paparnya.

Nah ini dia foto-fotonya:

foto siswi smp gunung kidul tanpa busana foto siswi smp gunungkidul tanpa busana 1 foto siswi gunung kidul tanpa busana

Loading...
loading...