Inilah pengakuan Agus bertemu Yvonne

Kasus terbunuhnya gadis cilik Engeline (sebelumnya Angeline) satu persatu mulai terkuak kemisteriusannya.  Berikut ini pengakuan tersangka pembunuhan Angeline, Agustinus Tay Hamba May (sebelumnya Agustinus Tae Andamai) alias Agus saat bertemu dengan Yvonne, putri sulung tersangka lain pembunuhan Angeline, Margrieth Megawe.

Agus mengaku hanya 1 kali bertemu dengan putri sulung Margriet Megawe, yakni Yvonne. Pertemuan itu pun baru terjadi pada malam di hari kematian Angeline.

Seperti diungkapkan pengacara Agus, Hotman Paris Hutapea. Agus bekerja di rumah Margriet sejak 23 April 2015.

Loading...

Hotman mengatakan, Yvonne mendatangi rumah yang beralamat di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, Bali tersebut pada 16 Mei 2015.

“Agustinus mengatakan kepada saya bertemu Yvonne pada malam hari sesudah Angeline dibunuh,” kata Hotman usai mendampingi Agustinus di Mapolresta Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2015).

“Selama 1 bulan bekerja di rumah Margriet. Klien kami tidak pernah melihat Yvonne,” sambung Hotman sebagaimana dikutip dari Liputan6.com. Namun dia tidak mau mengaitkannya dengan pembunuhan Angeline.

‎Sementara itu, kuasa hukum Agus lainnya, yakni Haposan Sihombing menuturkan, saat kedatangannya ke rumah Margriet pada 16 Mei 2015 sekitar pukul 17.30 Wita, Yvonne tak sendirian. Dia datang bersama seorang ibu bernama Yohana.

Haposan pun mendesak penyidik menyelidiki alasan datangnya kakak angkat Angeline pada malam itu.

“Pukul 19.30 Wita Yvonne datang bersama ibu Yohana. Setelah Angeline dikuburkan oleh klien kami sore harinya. Padahal selama klien kami bekerja di situ belum pernah Yvonne datang ke rumah itu,” tandas Haposan.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, pihaknya mencurigai keterlibatan 2 kakak angkat Angeline. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti baru apakah 2 kakak angkat Angeline ikut terlibat dalam pembunuhan.

“Kami terus berupaya mengumpulkan alat bukti apakah ada keterkaitan keduanya (Christina dan Yvonne).‎ Karena, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Harus ada kesamaan bukti satu sama lain,” kata Sompie di Mapolda Bali, Rabu 1 Juni 2015.

Sebelumnya Polda Bali menetapkan Margriet Christina Megawe (Margareta) sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya sendiri Engeline Margriet Megawe (Angeline).

Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, sudah ada tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan Angeline anak angkat Margareta.

“Kami belum pernah memeriksa ibu MM (Margriet Christina Megawe) sebagai tersangka. Tapi kami sudah menetapkan ibu MM sebagai tersangka pembunuhan Angeline,” ungkapnya di salah satu televisi swasta, Minggu (28/6/2015) lalu dan diberitakan sindonews.com.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto membenarkan pernyataan Kapolda Bali yang telah menetapkan Margareta sebagai tersangka.

“Tadi sore kami baru menetapkan nyonya MM sebagai tersangka pembunuh Angeline, ” ungkapnya, di Polda Bali, Denpasar, Minggu malam (28/6/2015).

Dia mengatakan, pihaknya menetapkan Margareta sebagai pembunuh Angeline berdasarkan keterangan Agus tersangka pertama dalam pembunuhan bocah kelas II SD tersebut. Selain itu juga hasil autopsi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Sanglah.

Selain itu, kata Hery, penetapan ini juga berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah tersangka dan korban di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar.

“Semua bukti itu mengarahkan bahwa ibu MM ini yang mengakibatkan Angeline tewas,” pungkasnya.

Loading...
loading...