Kabur dari polisi, dhorrrr…Duo perampok kambuhan tewas ditembak

ilustrasi penembakan. (JIBI)

Dua perampok kambuhan kasus spesialis pencurian di rumah mewah ditembak aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Kamis 2 Oktober 2014 malam. Mereka berdua ditembak karena mencoba kabur saat diminta menunjukkan TKP yang pernah dirampoknya.


Satu tersangka ditembak di Jalan Tentara Pelajar, Patal Senayan, dan satu tersangka ditembak di Pondok Indah dekat Jalan Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan. Kepala subdit Jatanras Polda Metro Jaya Herry Heryawan mengatakan, pihaknya melakukan upaya tegas dan terukur, terhadap dua pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan spesialis rumah serta brankas.

“Mereka residivis kambuhan dan sudah sering beraksi sejak 1990an, bahkan senior kami (Polisi) sudah sering menangkap mereka,” ujar Herry di Pondok Indah, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dikatakan Herry, satu pelaku atas nama Alfian, ditembak mati lantaran berusaha kabur saat dilakukan pengembangan kasus di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sementara, tersangka bernama Chandra alias Ican, ditembak karena juga berusaha melarikan diri saat pengembangan kasus di Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan.

Loading...

“Kita sedang lakukan pengembangan, begitu turun dari mobil dia (pelaku) berusaha melarikan diri. Petugas sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak digubris. Lalu, terjadi kejar-kejaran dan akhirnya kita tindak tegas (tembak mati),” ungkapnya.

Ia menyampaikan, pihaknya sudah membekuk empat dari tujuh pelaku, tiga diantaranya masih buron. Alfian dan Chandra ditembak pada saat pengembangan mencari tiga orang yang masih buron itu. Bahkan Alfian sempat mencoba merebut senjata petugas. Karena petugas merasa terancam, akhirnya petugas yang lain mengambil tindakan tegas dengan ditembak.

“Mereka sudah melakukan kejahatan di 19 TKP di wilayah Polda Metro Jaya. Komplotan ini, spesialis pencurian rumah dan brankas dengan modus bertamu,” bilangnya.

Sepak terjang komplotan pelaku ini cukup panjang. Alfian pernah ditangkap pada tahun 2007 di Polres Jakarta Utara kemudian ditahan selama satu tahun di Rutan Cipinang, bebas pada tahun 2008. Bukannya, insyaf pada tahun 2009 ia kembali berurusan dengan Polres Jakarta Pusat, lalu ditahan selama 3 tahun di Rutan Salemba, bebas pada bulan Agustus 2012.

Komplotan itu, pernah melakukan tindak kejahatan perampokan di daerah Tanjung Barat Jakarta Selatan, Sunter Jakarta Utara dan Pejaten Jakarta Selatan pada bulan Juli 2014.

Agustus 2014, melakukan perampokan di sebuah rumah di Kemang, Jakarta Selatan dan Pondok Indah, Jakarta Selatan. September 2014, melakukan pencurian dengan kekerasan di Rawamangun dan Kelapa Gading. Mereka juga tidak segan-segan melukai korbannya bila melawan.

Loading...
loading...