Kades bunuh anak dan istri lalu bunuh diri, tinggalkan wasiat

ilustrasi bunuh diri. (Google Images)

Kepala Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sapta Dandaka (49) ditemukan tewas bersama istri dan anak di rumahnya, Selasa (21/10) pagi. Dia juga meninggalkan sejumlah surat wasiat.

Seperti berita yang dimuat di Solopos, TimloNet, dan Merdeka.com, sebelum mengakhiri hidup istri, anak bungsu serta dirinya sendiri, Sapta meninggalkan surat yang antara lain berisi agar Dani, putri sulungnya yang masih berstatus sebagai mahasiswi, menjadi anak yang solehah.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai kepada wartawan. Menurut Andy, Sapta Dandaka meninggalkan empat lembar surat wasiat. Salah satunya berisi tentang suasana hatinya yang sedang ‘mendem kahanan’ (gundah gulana) sehingga tega menghabisi nyawanya sendiri beserta istri dan satu anaknya.

Loading...

“Di tempat kejadian kami juga menemukan empat lembar surat wasiat yang ditujukan kepada anak sulungnya yang masih kuliah. Dalam salah satu surat wasiat itu, korban berpesan agar putrinya menjadi anak yang solehah. Selain itu kami juga menemukan barang bukti yang diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Andy.

Lebih lanjut Andy mengatakan, dalam surat wasiat yang lain disebutkan Sapta mempunyai masih mempunyai hutang untuk berbagai keperluan sebesar Rp 94,9 juta. Surat wasiat tersebut ditemukan di samping jenazah Sapta oleh warga dalam keadaan menggantung di depan pintu di dalam ruang keluarga.

Sapta Dandaka adalah Kepala Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari yang menjabat selama dua periode. Sedangkan istrinya, Titik Suryani tercatat sebagai guru di SMA N 3 Sukoharjo Sementara anak bungsunya bernama Putra Dwi Pangestu (10) saat ini masih duduk di bangku SD kelas 5.

Loading...
loading...