Kantor Charlie Hebdo yang menghina Nabi ditembaki

Kartunis Majalah Charlie Hebdo Renald Luzier (kiri). (Reuters/Mirror)

Penembakan ganas terjadi di ibu kota Prancis, Paris, Rabu, 7 Januari 2017 kemarin, tepatnya di kantor majalah Charlie Hebdo. Kepala Komunikasi Polisi Paris Xavier Castaing menyebutkan sebelas orang tewas dalam peristiwa itu.

Mendengar peristiwa ini, Presiden Prancis Francois Hollande segera ke lokasi insiden kantor majalah itu di bagian timur Paris. Hollande lalu menggelar sebuah sidang darurat. Hal itu dikemukakan seorang sumber di kantornya. Seperti diketahui, Charlie Hedbo pernah memuat kartun Nabi Muhammad.

Namun beruntung bagi salah satu kartunis Charlie Hedbo, yakni Renald Luzier (42). Dia selamat dari aksi pembantaian di kantornya karena terlambat masuk kerja, akibat telat bangun tidur. Demikian disampaikan istri Renald Luzier, seperti dikutip Mirror, Kamis (8/1/2015).

Loading...

Salah seorang warga yang tinggal dekat lokasi kejadian menuturkan, istri Renald Luzier berada di tengah-tengah kerumunan polisi usai kejadian di Jalan Richard-Lenoir, Paris, dalam kondisi berlinang air mata.

“Saya istri Renald Luzier, saya dan suami saya telat bangun tidur. Karenanya dia datang ke kantor setelah aksi penembakan. Saya tahu dia baik-baik saja, tapi tetap saja kejadian ini membuat saya ketakutan,” ujar perempuan tersebut.

Sebanyak 12 orang menjadi korban tewas dalam serangan yang dilancarkan tiga orang bersenjata senapan laras panjang, sementara 11 orang lainnya terluka, empat di antaranya dalam kondisi kritis. Dari jumlah korban tewas, delapan di antaranya kolega Renald Luzier, dua polisi, dan dua warga sipil.

Kartunis Charlie Hebdo lain yang selamat dari serangan ini, Corinne Rey, mengisahkan, dirinya lolos dari maut karena terlebih dulu mengantarkan anaknya ke tempat penitipan, sehingga telat mengikuti rapat redaksi.

“Ketika saya sampai di depan pintu kantor, muncul dua orang memakai penutup muka melepaskan tembakan secara membabi-buta selama kurang lebih lima menit. Saya selamat karena sembunyi di bawah meja, mereka berbicara menggunakan Bahasa Prancis dan mengaku anggota Al Qaeda,” cetusnya.

Loading...
loading...