Kasihan, jenazah Mayang Prasetyo ditolak untuk di sholatkan oleh tetangganya sendiri

Mayang Prasetyo. (Facebook.com)

Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu ibarat yang dialami Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo. Sudah dimutilasi suaminya di Brisbane, Australia, beberapa waktu lalu, sudah itu jenazahnya ditolak untuk disholatkan oleh tetangganya sendiri. Seperti info yang beredar, jenazah Mayang akan dimakamkan di Bandar Lampung dalam beberapa hari mendatang.

Namun, ibunda Mayang, Nining Sukarni, mengaku bingung karena warga setempat menolak menshalatkan jasad Mayang. Kebingungan Nining ditumpahkan saat dia menyampaikan keterangan pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Rabu (15/10/2014).

“Beberapa hari lalu, RT setempat datang ke rumah. Mereka katakan kepada saya, masjid sekitar rumah enggan menyolatkan anak saya. Saya sendiri tidak tahu alasannya,” ujar Nining yang dimuat di koran Kompas.com.

Loading...

Wahrul Fauzi Silalahi dari LBH Bandar Lampung menegaskan, negara harus adil memperlakukan hak dan kewajiban semua warganya. “Kami mengecam aparat pemerintah dan membatasi peribadatan seseorang, apalagi Mayang adalah korban pembunuhan,” ujar Fauzi Silalahi, yang selama ini mendampingi keluarga Mayang.

Wahrul mengatakan, pilihan hidup Mayang bukan berorientasi pada kejahatan, melainkan lebih ke orientasi seksual. Mayang, menurut teman-teman komunitasnya, tidak memiliki catatan kriminal.

Sebelumnya diberitakan, WNI asal Lampung ini tewas mengenaskan di sebuah apartemen di Brisbane, Australia. Jasad Mayang ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, dibuang di kotak sampah, dan sebagian dimasak di atas kompor.

Pelaku pembunuhan tak lain adalah suami Mayang, Marcus Volker, yang disebut-sebut sebagai pekerja seks laki-laki, dan juga mengaku-ngaku bekerja sebagai chef di sebuah kapal pesiar

Loading...
loading...