Kerusuhan suporter di Manahan Solo, 7 tersangka ditangkap

Rusuh di manahan. (Merdeka.com)

Sebanyak tujuh orang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus kerusuhan suporter, usai pertandingan sepak bola 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia antara Persis Solo melawan Martapura FC di Stadion Manahan, Rabu 22 Oktober 2014 lalu. Dan ini dia tujuh nama tersangkanya.


Ke tujuh tersangka tersebut seperti dilaporkan Merdeka.com, masing-masing BA (18) dan B (22) warga Banjarsari, ZA warga Serengan, Ant, F, N dan Am. 4 nama terakhir telah ditetapkan beberapa hari sebelumnya, sedangkan 3 nama lainnya ditetapkan setelah dilakukan pengembangan.

“Kami memang sebelumnya telah menetapkan 4 tersangka dalam kerusuhan di Stadion Manahan, yakni Ant, F, N dan Am. Setelah melalui penyelidikan dan pemeriksaan ada 3 tersangka lagi yang kita tetapkan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro kepada wartawan, Minggu 2 November 2014.

Menurut Guntur, dari ke tujuh tersangka tersebut, belum ada satupun yang teridentifikasi sebagai pelaku penusukan korban yang meninggal dunia. Namun dia berjanji akan mengusut tuntas kasus mengakibatkan jatuhnya korban jiwa Joko Riyanto, warga Ngaliyan RT 07 RW 02 Pelem, Simo, Boyolali yang juga anggota Pasoepati Distrik Simo tersebut.

Loading...

“Kami akan menjerat para tersangka ini dengan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana perusakan fasilitas umum benda dan barang,” katanya.

Sebelumnya, pertandingan sepak bola lanjutan 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia antara Persis Solo melawan Martapura FC di Stadion Manahan, Rabu 22 Oktober 2014 lalu berakhir rusuh. Hasil imbang 1-1 hingga injury time, membuat ratusan suporter Pasoepati mengamuk hingga ke tengah lapangan dan luar stadion. Kepemimpinan wasit yang tidak tegas dituding sebagai biang keladi terjadinya amuk massa.

Dalam kerusuhan tersebut seorang anggota Pasoepati tewas terkena tusukan benda tajan 8 centimeter di bagian paru-parunya. Korban adalah Joko Riyanto (35), warga Ngaliyan RT 07 RW 02 Pelem, Simo, Boyolali. Kapolresta Solo Kombes Pol Iriansyah mengatakan, korban diduga dikeroyok oleh anggota suporter lainnya.

“Korban itu dikeroyok oleh suporter. Mungkin dikira intel yang menyamar,” katanya.

Sambungan artikel :

Video suporter rusuh di Manahan Solo 22 Oktober 2014, 1 tewas

Kaca mobilnya dipecah suporter di Manahan, Shela nangis gero-gero lalu semaput

Joko Riyanto, suporter setia Persis Solo dimakamkan

 

Loading...
loading...