Kilas balik jatuhnya Eri Yunanto hingga ditemukan di kedalaman 200 meter

Eri Yunanto, mahasiswa Atma Jaya yang jatuh di kawah Merapi akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Senin 18 Mei 2015. Beginilah kilas balik peristiwa nahas yang dialami Eri hingga detik-detik menegangkan saat para ‘pasukan berani mati’ melakukan evakuasi yang memiliki risiko besar akan keselamatan mereka sendiri.

Dikabarkan, sebanyak 150 personel Search and rescue (SAR) gabungan dikerahkan dalam proses pencarian Eri Yunanto yang dilaporkan terpeleset ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu (16/5) lalu. Eri terpeleset setelah berfoto di atas batu yang terletak di bibir kawah.

Tim tersebut terdiri dari  TRC BPBD Boyolali, SAR Boyolali, SAR Klaten, SAR Daerah Istimewa Yogyakarta, Mapala, Taman Nasional Gunung Merapi dan relawan.

Loading...

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, tim SAR telah berada di kawah Merapi. Proses pencarian pun telah dimulai sejak Minggu pagi. “Ada tiga Search Rescue Unit (SRU) yang telah berada di bibir kawah,” ungkap Sutopo di Jakarta, kemarin (17/5).

Ketiga tim, lanjut dia, terdiri dari 12 orang. Tim tersebut telah mulai merintis jalur dan memasang tali ke bawah (dalam kawah) untuk proses pencarian. Pembagiannya, enam orang diterjunkan ke arah kawah, untuk merintis jalur.

Sementara enam lainnya bertugas sebagai anchor di bibir kawah, untuk memegang tali. Pergantian personel dibagian atas dikoordinir dari poskodal Selo.

“Posisi terakhir dilaporkan, tim sudah berada pada 50 meter dari bibir kawah. Korban diperkirakan berada di kedalaman 300 meter dari bibir kawah,” tuturnya.

Rencananya, tim akan menggunakan teknik vertical rescuer. Teknik ini biasa digunakan pada medan curam atau vertical, baik kering ataupun basah untuk memindahkan korban dari bawah ke atas atau sebaliknya.

Diakui Sutopo, proses pencarian mengalami banyak hambatan. Mulai dari medan yang cukup berat hingga angin kencang di puncak kawah. Belum lagi, Suhu di kawah sekitar 160-420 derajat celcius. “Tim SAR yang tadinya akan bermalam di puncak diputuskan turun 200 meter karena angin kencang. Sekalian isi logistik,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut dia, Tim SAR pun harus berlomba dengan waktu. Sebab, Badan Geologi telah mengeluarkan peringatan agar pemasangan alat dilakukan sebelum pukul 12.00 WIB. Hal ini lantaran adanya pengaruh sinar matahari pada gas beracun yang dikeluarkan dari kawah.

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Eri Yunanto. Namun, Eri ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

komandan SAR DIY, Brotoseno menuturkan dua orang rescuer dari SAR DIY dan Barameru Selo, berhasil menemukan tubuh Eri Yunanto pada pukul 13.37 WIB ini di kubah lava sedalam 150 meter tersebut. Kedua anggota tim penyelamat menemukan tubuh Eri Yunanto setelah turun ke dalam kawah Merapi.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Saat ini sedang dalam proses pengangkatan ke bibir kubah,” jelas Brotoseno.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan jika suhu di kawah Merapi di kisaran 160-420 derajat celcius. Sedangkan rekomendasi dari Badan Geologi, evakuasi terhadap Eri Yunanto yang jatuh di kawah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum pukul 12.00 WIB.

“Sinar matahari berpengaruh terhadap gas beracun,” kata Sutopo.

Detik-detik jatuhnya Eri

Eri Yunanto. (Twitter)

Eri Yunanto. (Twitter)

Korban yang merupakan mahasiswa tingkat tiga di Universitas Atma Jaya dilaporkan berangkat pada 15 Mei 2015 pukul 19.00 WIB. Ia berangkat bersama enam orang rekannya dari rumah korban di Sleman.

Pukul 22.00 WIB, korban dan rekan-rekannya sampai di Basecamp New Selo. Satu jam berikutnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke puncak Merapi. Dalam perjalanan, beberapa orang harus berhenti karena kelalahan. Hanya dua orang yang meneruskan perjalanan dan berhasil sampai di puncak Merapi.

Mereka tiba pada Sabtu pukul 09.30 WIB. Pada pukul 11.00 WIB, korban berfoto di atas sebuah batu terlebih dahulu sebelum turun dari puncak. Saat turun, ia kemudian terpeleset dan dinyatakan hilang hingga saat ini.

Seorang rekannya, Dikcy menceritakan detik-detik sebelum mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta itu terpeleset dan terjatuh ke kawah. Dicky bahkan sempat mengambil foto rekannya itu sesaat sebelum Eri terguling-guling menuju kawah Merapi.

“Saya sempat mengambil fotonya dua kali, lalu dia akan turun. Tapi tiba-tiba dia terpeleset dan terjatuh ke kawah itu,” tuturnya, Minggu (17/5) seperti dikutip Tribunnews.com.

Dicky menghungkapkan sebelum kejadian itu, ada pendaki lain yang berhasil menaiki batu Puncak Garuda. Setelah pendaki itu turun, Eri ingin mencoba naik ke puncak batu itu dan minta difoto. Menurut Dicky, beberapa pendaki lain sebelumnya sudah mengingatkan Eri.

“Mereka bilang kalau ragu jangan mencoba. Eri akhirnya mencoba dan berhasil naik. Dia terjatuh saat akan turun. Sepertinya dia sempat ragu pas mau turun dan meminta saya untuk menghadang tepat didepannya, untuk menjaganya,” ujar Dicky.

Di luar perkiraan, pada saat akan turun itulah Eri justru terpeleset dan jatuh ke sisi kanan puncak menuju kawah. Menurut Dicky, peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Dicky dan pendaki lain hanya bisa terbengong-bengong menyaksikan Eri jatuh dan berguling-guling menuju kawah.

Dalam pendakian ke kali ini, Eri memang mengungkapkan keinginannya untuk berfoto di Puncak Garuda itu. Menurut Dicky, sejak dari rumah dia bahkan sudah berpesan agar difoto di puncak batu yang berada tepat di bibir kawah Merapi.

“Kalau saya sendiri nggak ingin. Ngeri melihat kawah di bawahnya. Saya nggak berani untuk menaiki puncak itu. Eri baru pertama kali naik Merapi,” jelas Dicky.

Begitu Eri terjatuh, Dicky langsung turun untuk memberitahukan empat temannya yang lain, warga dan tim SAR. Saat ini, operasi evakuasi survivor Eri masih berlangsung dengan menggunakan drone.

“Drone itu untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya korban dikawah. Dari situ akan dievaluasi jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone, dalam misi ini,” ujarnya Pengendali Misi Pencarian (SMC) Suwiknya.

Sementara itu, kakak keluarga Eri menunggu di base camp pencarian di Resor Selo SPTN Wilayah II Boyolali, yaitu Eky Aprilianto dan Ifran Irawanto. Kewluarga mendapat kabar kecelakaan itu dari polisi.

Loading...
loading...