Kisah batu kristal ditemukan di Prambanan

Batu kristal berwarna ungu dengan berat sekitar tiga kuintal. Itulah keberadaan sebongkah batu kristal warna ungu yang ditemukan warga Kampung Jatisari, Pedukuhan Nawung, Kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Batu kristal tersebut ditemukan di pinggir hutan tersebut kini disimpan di rumah Sayano dan menjadi tontonan warga. Juwanto (33) menuturkan, awalnya pada hari Sabtu (30/5/2015) ia mencari rumput di pinggir hutan Lemah Abang, Desa Gambir Sawit, Prambanan.

Setelah lelah bekerja, Juwanto duduk di atas batu. Saat itu ada seekor burung yang mendekati. Burung itu membuang kotoran di kepala Juwanto. “Burung itu seperti ngejar saya. Sampai buang kotoran di kepala. Ya enggak saya “gubris. Saya langsung pulang,” ucap Juwanto, saat ditemui di Jatisari, Nawung, Gayamharjo, Rabu (3/6/2015).

Loading...

Setelah pulang, dia menceritakan apa yang dialami kepada kakaknya Sayono. Usai mendengar cerita itu, Minggu (31/5/2015) Sayono mengajaknya untuk kembali ke tempat dia mencari rumput. “Saya diajak kembali lagi, katanya tadi malam mimpi dan disuruh kembali lagi,” ucap dia.

Di lokasi itu, Sayono langsung mencoba mencongkel batu yang menjadi tempat adiknya duduk. Setelah dicongkel dengan linggis, batu terbelah dan didalamnya tampak seperti kristal berwarna ungu.

Satu batu yang berada di dalam pun turut di gali dan akhirnya dibawa ke rumah. “Satu tangkep. Atas dan bawah. Yang bawah tertimbun tanah, keduanya awalnya seperti diikat akar pohon,” kata dia.

Sementara itu, Sayono mengungkapkan, dia tidak menyangka jika di dalam batu itu seperti kristal berwarna ungu. Sebab di luarnya tertutup tanah liat. Di dalam mimpinya, Sayono mengaku hanya diminta untuk mengambil batu itu.

“Mungkin kalau orang Jawa namanya “pulung”. Dulu orang yang mencari akik sudah pernah coba memecahkan tapi tidak bisa. Kemarin hanya dicongkel sedikit sudah terbelah,” tandas dia.

Suyono mengaku, untuk membawa pulang batu itu ke rumah harus meminta tolong enam orang. Sebab beratnya mencapai tiga kuintal. “Ada dua, kan terbelah. Ukuranya lebar 70 cm, tinggi 80 cm. Kalau kemarin ada yang bilang namanya batu kristal lavender,” ucap dia.

Suyono mengaku tidak berniat menjual batu yang ditemukannya itu, meski sudah ada yang menawarnya dengan harga jutaan. “Saya takut kualat. Kan ini pulung. Yang ke sini sudah ada, ditawar jutaan tapi enggak saya lepas,” kata dia.

Loading...
loading...