Kisah mualaf lengkap mantan penari erotis

Di Bulan Suci Ramadhan ini kami akan mengisahkan sebuah cerita nyata tentang pertobatan seseorang. Pertobatan dari kehidupan lamanya yang penuh masa-masa hitam nan kelam. Yakni kisah seorang mualaf yang merupakan mantan penari erotis. Berikut ini kisah lengkap bertobatnya seorang penari erotis Claire Birkill yang dituturkan oleh Mas Leonardo De Srinthil!

Pesta semalam suntuk, tarian seronok, dan mabuk-mabukan, teler hingga keser-keser. Begitulah kehidupan masa lalu Claire Birkill yang begitu kelam. Namun, siapa sangka bahwa sekarang ini kehidupannya sungguh sangat amat berubah 180 derajat setelah ia memeluk Islam atau menjadi mualaf.

“Dulu saya senang sekali tampil setengah tanpa busana dan menari erotis di panggung. Kini mengingat masa lalu itu saya sangat malu,” kata Birkill yang dikutip dari mirror.co.uk, 18 Desember 2014 lalu.

Perkenalannya dengan Islam dimulai saat Birkill bercerai dengan suaminya. Dia lalu kuliah di jurusan turisme dan pergi ke Gambia. Di sana dia menemukan pria seorang pria sederhana bernama Sarif yang menjadi guru.

Loading...

“Pria itu sangat baik dan pintar,” kenang Birkill.

claire birkill

claire birkill

Perkenalan itu berlanjut, Sarif kemudian melamar Birkill. Keduanya lalu terlibat pembicaraan soal agama. Wanita ini penasaran tentang Islam yang dijelaskan oleh Sarif. Dia mulai mencari apa itu Islam lewat internet, membaca buku dan mulai bertanya. Di sana dia memutuskan memeluk Islam atau menjadi mualaf.

“Islam mengajarkan orang berbuat baik dan mengasihi sesama. Agama yang sangat mudah dipahami dan bisa menjawab semua pertanyaan saya,” kata wanita mualaf berusia 37 tahun ini.

Maka perlahan Birkill meninggalkan kehidupan lamanya. Dulu dia merokok 40 batang sehari. Dia juga selalu makan daging babi. Itu cerita lalu. Berbeda ketika ia menjadi mualaf.

“Kini saya mengemudi 10 mil ke tempat di mana saya yakin bisa menemukan daging yang dijamin halal.”

 

Birkill mengganti namanya menjadi Jameela. Dia mengenakan hijab dan tak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Jika dulu dia bangun dini hari dalam keadaan bugil dan mabuk, kini dia bangun untuk shalat subuh. Jameela selalu ingin menjadi Muslim yang lebih baik.

Namun tantangan selalu ada. Teman-teman lama Jameela di Notingham Inggris mencapnya sebagai pengikut teroris. Mereka meneriaki Jameela sebagai mualaf dan mengejek hijab yang dia kenakan.

Untungnya komunitas Muslim di sana sangat bersahabat. Jameela mendapat keluarga baru. Dia mengaku sangat beruntung bisa menjadi Muslim atau menjadi mualaf.

“Saya belum pernah pernah merasa sangat bahagia dan sehat seperti ini,” tutupnya.

Loading...
loading...