Kisah Nyata: Perampok sakti kebal peluru tetap tewas ditembak polisi

perampok sakti. (JPNN)

Sesakti-saktinya jimat anti peluru maupun ilmu kebal, tetap tidak bisa menolak takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Buktinya, ada seorang perampok yang kondang kebal peluru akhirnya tewas ditembak polisi. (Baca: Satu begal Tambora Jakbar beraksi, dorrrr….Tewas ditembak polisi, yang lainnya lari terbirit-birit)

Kisah nyata yang misterius itu terungkap saat buru Sergap (buser) dari Polres Malang menembak mati empat perampok 28 minimarket di Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan dan Blitar.

Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto meyakini, salah satu perampok yang ditembak, memiliki azimat anti-peluru atau ilmu kebal, namun dia tetap tewas terkena peluru tajam.

“Dari ke empat pelaku, satu pelaku menggunakan azimat atas nama Agus Habibi alias Bibi, warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang,” kata AKBP Aris saat gelar kasus di Mapolres Malang, Kamis (30/10/2014).

Loading...

Adapun empat pelaku yang tewas ditembak polisi di antaranya Rudi Hermawanto alias Kadung, warga Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang; Nurkholik alias Kipli, warga Jalan Candirejo, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang; Agus Habibi alias Bibi, warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dan; Nurwahyudi alias Dobleh, warga Dusun Sidomakmur, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

“Dari empat pelaku itu, koordinatornya adalah Rudi Hermawanto alias Kadung. Dia yang merekrut ketiga pelaku lainnya. Aksi keempat pelaku terbongkar setelah tim khusus yang dibentuk Polres berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Dari dua pelaku itu, aksi keempat pelaku terbongkar,” kata Aris.

Sementara dua pelaku yang ditangkap namun tak ditembak mati ialah MF (23), warga Kanigoro Blitar dan FA (25) warga Sukun, Kota Malang. Keduanya mengalami luka tembak di kaki kanannya.

“Kedua pelaku yang ditangkap itu, juga memiliki senjata api setelah digeledah di rumahnya. Senpinya (senjata api) berupa senpi rakitan. Empat pelaku yang tewas itu, merampok 28 minimarket di wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan dan Blitar,” jelasnya.

Aris menjelaskan, empat pelaku ditangkap dan ditembak saat akan merampok Indomart di Jalan Raya Karangploso, Kabupaten Malang.

“Saat itu sudah disanggong polisi. Mereka kabur dan terus dikejar. Dua pelaku ditangkap di Dusun Ngagelan, Desa Langlang, Singosari. Dua pelaku lagi, ditangkap di wilayah Tumpang, Kabupaten Malang,” jelasnya.

Menurut Aris, keempat pelaku terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan dengan menembak petugas. Namun tembakan pelaku meleset.

“Terpaksa kita tembak, karena mereka melawan. Polisi sudah melakukan tembakan peringatan,” akunya.

Dari empat perampok itu, polisi mengamankan dua sepeda motor N 2228 CF jenis Satria dan Ninja tanpa nomor polisi. Polisi juga mengamankan tiga senjata api, satu di antaranya jenis FN dan sisanya rakitan, serta tiga celurit.

“Kita mengamankan 19 peluru aktif dan 1 berupa selongsong yang sudah digunakan pelaku. Barang bukti berupa uang kurang lebih Rp 4 juta dan azimat yang digunakan oleh Agus Habibi alias Bibi. Itu katanya azimat anti-peluru,” kata Aris seperti yang dibaca dari Kompas.com.

Loading...
loading...