Kisah romantis Selvi Ananda saat dipingit, hujan di bulan Juni

Selvi Ananda, calon istri putra sulung presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata memiliki pengalaman romantis menjelang pernikahan yang akan digelar pada 11 Juni 2015. Ingin tahu kisahnya? Simak artikel selengkapnya berikut ini!

Kisah romantis ini berawal saat Selvi yang juga Putri Solo 2009 itu menjalani proses dipingit di sebuah hotel, Selasa (9/6/2015) sore. Calon istri Gibran Rakabuming Raka itu pun akhirnya kembali ke rumah untuk persiapan mengikuti proses lamaran.

Selvi tiba di kediamannya, Jalan Kutai VII, RT 07/ RW07, Desa Sumber, Banjarsari sekitar pukul 15.30. Selvi kembali ke rumahnya dengan menggunakan mobil Toyota Innova warna hitam AD 1578 YE. Tampak menemani Selvi adalah sejumlah anggota keluarganya.

Loading...

Saat tiba, hujan deras tengah mengguyur lokasi acara. Genangan air yang hendak meluap pun terlihat di selokan-selokan di sekitar rumah Selvi yang sederhana. Tenda berwarna oranye, kuning, dan putih yang sudah terpasang di depan rumah Selvi juga tak mampu menahan lebatnya hujan yang terjadi sehingga terjadi bocor di sana-sini.

Namun, Selvi yang dikabarkan telah menjadi mualaf itu terlihat tenang dan mengumbar senyuman kepada petugas keamanan dan wartawan yang hadir di lokasi. Perempuan yang sempat menjadi customer service di sebuah bank itu tampil dengan busana casual dengan celana panjang jins dan kemeja lengan panjang kotak-kotak berwarna pink, hijau, dan biru.

Tak ada kalimat yang terlontar dari Selvi. Dia langsung memasuki rumahnya untuk bersiap dilamar oleh Gibran Rakabuming Raka, pada pukul 19.00. Selvi sebelumnya telah menjalani prosesi dipingit sesuai tradisi adat Jawa di sebuah hotel yang dirahasiakan pihak keluarga. Keluarga beralasan pemilihan hotel untuk menjaga konsentrasi Selvi menjelang proses tembungan (lamaran).

Yah, begitulah kisah romantis Selvi Ananda yang proses lamarannya diiringi rintik hujan. Seperti kita ketahui, tak sedikit para penyair romantis menuliskan puisi tentang hujan. Sebut saja puisi karya penyair kondang Sapardi Joko Damono berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’.

Suasana romantis sepertinya memang layak dialami wanita cantik itu. Cantik, sederhana dan tidak sombong, meskipun ia tak lama lagi resmi menjadi menantu orang nomor satu di Indonesia.

Loading...
loading...