Kisah tragedi malam pertama

Malam pertama adalah malam yang ditunggu-tunggu setiap insan yang ingin menikah, pacaran, mau menikah, dan saat menikah. Sayangnya, tak semua malam pertama itu membahagiakan meskipun si istri masih perawan kinyis-kinyis dan si suami masih perjaka ting ting.

Karena ada lho, seorang pengantin wanita yang masih perawan justru tega memukuli suaminya saat berbulan madu lantaran terkejut setelah melihat anunya sang suami untuk kali pertama.

Pengantin pria berusia 32 tahun bernama Mnombo Madyibi harus mendapatkan balutan pada kepalanya lantaran insiden yang terjadi pada malam pertamanya tersebut.

Sang istri, yang tak disebutkan namanya, menggambarkan anu suaminya sebagai “mentimun berambut yang menakutkan”.

Ilustrasi. (NyolongNews)

Ilustrasi. (NyolongNews)

Ukuran anu Madyibi dilaporkan memang luar biasa sehingga rekan-rekannya di tim sepak bola menyebutnya “Anaconda” (bukan Ana Gondes).

“Semua berjalan lancar dan istri saya sangat menikmati pemanasan yang saya lakukan,” tutur Madyibi seperti dilansir The Daily Star, Senin 11 Oktober 2016.

“Tapi semua tiba-tiba berubah menjadi bencana begitu saya melepaskan celana dalam saya.”

Saat keduanya tengah sibuk klutak klutik, Madyibi mengatakan, istrinya tampak sangat ketakutan saat melihat anunya sehingga ia menggigit kupingnya dan meremasnya.

“Sebelum saya sempat menyadarinya, ia memukul saya dengan sebotol anggur dan mencoba membekap saya dengan boneka beruang yang saya beli sebagai hadiah untuknya.”

Sang istri bahkan berteriak-teriak bak kesurupan sehingga membangunkan tamu lain yang menginap di Hotel CoffeeBay, Afrika Selatan, dan pasangan pengantin baru itu akhirnya pulang sendiri-sendiri menggunakan bus berbeda.

“Saya pikir ia marah karena saya hanya bisa memberinya bulan madu yang murah dan tidak sesuai dengan keinginannya bulan madu di Zanzibar,” ujar Madyibi.

Sang istri, yang dikenal Madyibi di sebuah gereja tahun lalu, membantah tindakan kekerasan yang dilakukannya.

“Ia punya anu yang sangat besar, panjang seperti mentimun gondrong serta menyeramkan seperti semak belukar,” tuturnya. “Saya hanya menampar pipinya.”

Insiden itu tak pelak membuat pernikahan mereka terancam, tapi keduanya sepakat melakukan konseling dan tidak membawa kasus itu ke jalur hukum.

“Saya hanya pernah mendengar tentang layanan memperbesar ukuran anu dan bukan memperkecilnya,” ucap Madyibi.

Hadehhhh….