Kisah tragis lengkap Angeline dan foto-fotonya

Belakangan ini publik dibuat gempar oleh kabar meninggalnya sosok bocah berusia 8 tahun, Angeline. Gadis cantik itu adalah anak angkat Margriet Megawe yang sebelum ditemukan meninggal, dikabarkan hilang pada pertengahan Mei 2015 lalu. Kisah tragis bocah malang ini hingga kini masih misterius dan dalam proses penyelidikan petugas kepolisian. Margriet, Agus dan seorang pria lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Berikut ini kisah lengkap perjalanan hidup Angeline, sejak dilahirkan hingga ditemukan meninggal dunia di Denpasar, Bali.

Angeline diambil dari pelukan ibu kandungnya, Amidah, sejak usianya menginjak 3 hari. Bocah berparas ayu tersebut lalu dibesarkan sebagai anak angkat oleh Margriet Megawe

16-19 Mei 2015
Bocah manis itu terakhir kali terlihat di halaman rumahnya pada 16 Mei 2015, sekitar pukul 14.30 WITA. Dan sekitar 30 menit kemudian, ibu angkatnya mencari bocah tersebut. Namun ia tak kunjung ditemukan.

Hingga pukul 18.00 WITA, kakak angkat bocah itu akhirnya memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.

Loading...

Hari berganti. 17 Mei 2015, kakak angkat korban membuat fanpage di Facebook, ‘Find Angeline-Bali’s Missing Child’. Lalu pada 18 Mei 2015, kepolisian memulai pencariannya.

Saat itu pencarian juga difokuskan pada kedua orangtua kandung Angeline yang ternyata berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam proses itu terungkap, bocah tersebut tak tahu bahwa orangtua kandungnya adalah sosok lain yang tak pernah ditemuinya.

Pencarian dilanjutkan menggunakan anjing pelacak (K-9) dari Polda Bali pada 19 Mei 2015. Namun baru beberapa meter dari rumah tersebut, anjing pelacak hanya berputar-putar. Hasilnya masih nihil.

Pada 24 Mei 2015, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mendatangi kediaman keluarga angkat korban. Setelah disambangi, rumah tersebut dinyatakan tak layak huni.

Hal ini pun membuat ibu angkat korban tersinggung. Lalu pada 1 Juni 2015, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar mendatangi rumah Angeline. Namun diusir oleh ibu angkat korban.

2 Juni 2015, kepolisian masih melakukan pencarian di rumah tersebut. Setiap sudut diperiksa. Namun masih nihil.

5 Juni 2015, Menteri MenPAN RB Yuddy Chrisnandi mendatangi kediaman Margriet. Namun dia tak berhasil memasuki rumah tersebut. Kehadirannya ditolak oleh satpam sewaan keluarga.

6 Juni 2015, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mendatangi rumah Margaretha. Namun nasibnya sama seperti Menteri Yuddy. Yohana pun tak bisa menemui keluarga angkat korban.

9 Juni 2015, beberapa guru dan wali kelas 2B SDN 12 Sanur, tempat Angeline sekolah, mendatangi rumah tersebut dan menggelar sembahyang. Wali kelas Angeline, Putu Sri Wijayanti mengungkapkan, saat sembahyang guru-guru mendengar suara lirih khas Angeline memanggil, “Maaaa”.

10 Juni 2015
Pukul 11.30 WITA, kepolisian menemukan korban terkubur di dekat kandang ayam di halaman belakang kediaman keluarga angkatnya.

“Setelah dicium bau busuk yang menyengat dan setelah digali setengah meter, menemukan ada bungkusan dengan kain, di dalamnya ada jenazah manusia,” kata Kapolda Bali Irjen Pol Ronny Franky Sompie kala itu.

Pada tubuh korban ditemukan luka-luka kekerasan berupa memar pada wajah, leher, serta anggota gerak atas dan bawah. Sementara di punggung kanan ditemukan luka sundutan rokok.

Sebab kematian dipastikan luka kekerasan benda tumpul di kepala. Tersangkanya diduga, Agus (25) yang merupakan pekerja rumah tangga di rumah Margriet.

Agus mulai bekerja di keluarga Angeline pada awal Mei 2015. Namun pada 24 Mei 2015, dia dipecat karena rumah berantakan saat didatangi Komnas PA. Kini dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

11 Juni 2015

Prarekonstruksi atau reka ulang pembunuhan korban dilakukan di rumah itu. Sekitar 18 adegan diperagakan tersangka pembunuh Angeline, Agus Tae.  Selain itu, ibu angkat Angeline, Margriet Megawe juga dites kejiwaan oleh psikiater yang ditunjuk Polresta Denpasar yaitu Lely Setyawaty.

Hasilnya, Margriet Magawe merupakan psikopat, seseorang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang. “Ibu Margriet terbukti seorang psikopat. Keterangan lengkapnya biar pihak kepolisian yang menyampaikan ya,” kata Lely saat dihubungi Liputan6.com di Denpasar.

Margriet jadi tersangka
Margriet Megawe baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus penelantaran anak. Tak lama setelah menyandang statusnya itu dia ditangkap di sebuah vila di Bali.

Penangkapan berlangsung Minggu (14/6/2015) dini hari tadi. Saat itu Margriet dan seorang anaknya tengah berada di vila kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali.

“Margriet ditangkap di vilanya di Canggu,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon di Denpasar, Bali.

Saat ini Margriet masih diperiksa di Polda Bali. Belum ada penahanan yang diberlakukan pada wanita yang mengadopsi Angeline sejak usia 3 hari itu.

“Margriet baru diperiksa, belum ditahan,” tutur dia.

Sementara itu, lanjut Hery, polisi juga masih memeriksa 2 kakak angkat Angeline. Saat ini mereka masih bertatus sebagai saksi.

Begitu pula dengan saksi baru berinisial AA. AA diduga sebagai eksekutor pembunuhan korban. Namun informasi yang bisa digali tentang AA masih sedikit.

“Dua kakaknya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, masih saksi. Sementara satu saksi AA masih saksi,” pungkas Hery.

Berikut ini foto-foto Angeline semasa masih hidup yang dikutip dari fanpage di Facebook, ‘Find Angeline-Bali’s Missing Child’ :

angeline di bali dan ibunya angeline mardareth angeline Margarieth Megawe angeline dibunuh ibunya angeline foto foto jenazah angeline foto jenazah angeline dan ibunya angeline meninggal angeline diadopsi angeline dan margrieth angeline gemas angeline dan bule angeline tewas angeline di autopsi foto angeline angeline meninggalkan dunia angeline margrieth angeline lucu angeline diotopsi

Loading...
loading...