Kondisi Faza Candikya Dhanadi korban perampokan di depan Stasiun Buaran masih labil

kartun jambret. (Suara Riau)

Faza Candikya Dhanadi (16), seorang pelajar menjadi korban perampokan di dalam Metromini 52 (Kampung Melayu – Cakung), tepatnya di depan Stasiun Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu 10 Desember 2014 lalu. Hingga kini Faza masih dirawat instensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senen, Jakarta Pusat, Jumat 12 Desember 2014.

Ayah Faza, Ainur Rofiq (51) mengaku, belum ada perkembangan baik untuk kondisi tubuh putranya yang masih duduk di bangku kelas I SMA tersebut. “Untuk Faza, kayaknya kondisinya sampai saat ini belum ada perkembangan. Masih seperti kemarin. Yakni tubuhnya masih mengalami demam tinggi,” ucap Ainur yang berprofesi sebagai Dokter di Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, seperti dikutip Warta Kota.

Apabila, kondisi Faza belum juga membaik, kata Ainur, dokter akan memutuskan untuk melakukan tes sensitifitas antibiotik.

Loading...

“Jadi tes tersebut merupakan tes resistensi terhadap kuman yang ada pada luka tusukan bagian kanan dan kiri, perut atas Faza,” tambahnya.

Faza yang saat ini masih terbilang kritis di Ruang Intensif Care Unit (ICU) Lantai II, RSCM, menurut Ainur, tes yang akan dilakukan dokter untuk membuktikan antiobiotik apa yang baik untuk Faza.

“Kuman yang ada di luka Faza itu kemungkinan besar yang membuat demamnya tidak turun-turun,” ucapnya.

Sebelumnya, Faza mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Durensawit, Jakarta Timur. Namun, untuk mendapatkan perawatan intensif, korban kini dilarikan dan dirawat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Diberitakan sebelumnya oleh Tribunnews.com, FCD (16), menjadi korban perampokan di sebuah Metro Mini 52 (Kampung Melayu-Cakung) B 7704 AM, di depan Stasiun Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit Jakarta Timur, Rabu (11/12) sore. Pelaku menusuk dada korban sebanyak dua kali, karena tidak memberikan ponsel yang diminta pelaku.

Loading...
loading...