Kumpulan berita tragis dan gembira terkait Hari Ibu 2014, mulai dari longsor Banjarnegara

mama cantik. (Google Image)

Hari Ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember. Nah, untuk tahun ini jatuh pada Senin (22/12/2014). Berikut ini, kumpulan berita tentang sosok ibu, dari yang tragis hingga menggembirakan. Mari kita renungkan.

Memeluk anak hingga akhir hayat

Seorang ibu dan anak korban longsor Banjarnegara masih bersama-sama. Kedua jenazah ini ditemukan tim gabungan saat mencari korban yang tertimbun tanah dalam kondisi saling berpelukan.

Loading...
hari ibu

jenazah ibu dan anak berpelukan saat longsor di Banjarnegara. (Antara)

Diberitakan Vivanews, para petugas takjub dengan korban yang setia pada anaknya hingga ajal mencabut nyawa keduanya. Pada hari ketujuh evakuasi, keduanya ditemukan setelah proses yang cukup panjang.

 

Ibu bunuh 8 anak
Kepolisian Australia menemukan delapan anak tewas di sebuah rumah pada Jumat 19 Desember 2014. Seorang ibu asal Australia menjadi tersangka kasus pembunuhan tersebut.

Perempuan bernama Mersane Warria dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap delapan anak kecil. Saat ini, Warria sedang dirawat di sebuah rumah sakit karena luka tusukan.

Dia dituduh menjadi otak pembunuhan empat anak-anak jenis kelamin perempuan dan empat laki-laki. Usia mereka diperkirakan mulai 18 bulan hingga 15 tahun.

Hasil pemeriksaan jasad anak-anak tersebut sudah selesai dilakukan. Ternyata, mereka merupakan keponakan Warria. Polisi sudah meminta keterangan lebih dari 100 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian mendapat laporan dari perempuan yang mengalami cedera serius. Ketika mereka tiba di rumah, mereka menemukan jasad anak-anak bersama Warria, yang mengalami luka tusukan di bagian dada.

Petugas setempat belum mengetahui bagaimana anak-anak malang itu bisa tewas. Namun, Detektif Inspektur Bruno Asnicar dari Kepolisian Queensland mengatakan mereka menemukan beberapa pisau di rumah tersebut.

Selain ditusuk, kemungkinan mereka tewas karena kekurangan nafas. “Kami sedang memikirkan hal tersebut dan itu kenapa saya berpikir membutuhkan waktu untuk mengetahuinya,” kata Asnicar.

“Pembunuhan ini bisa terjadi dengan berbagai cara, mulai dari sesak napas dan lain-lain,” sambungnya, seperti diberitakan The Scotsman dan Okezone.com, Senin 22 Desember 2014.

Ibu dibunuh anaknya sendiri

Polres Brebes memastikan tetap akan melanjutkan proses hukum terhadap Tasdik (21), pelaku pembunuhan terhadap orangtuanya sendiri. Dia akan dijerat dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Kasatreskrim Polres Brebes AKP Subhan mengatakan, hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku yang dilakukan oleh psikolog Polda Jateng belum keluar. Namun hasil pemeriksaan sementara, pelaku terindikasi tidak mengalami gangguan kejiwaan.

“Saat diperiksa pelaku bisa menerima dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik. Dia tetap kami proses hukum,” kata Subhan, kepada wartawan, Minggu (21/12/2014).

Menurut Subhan, pelaku kerap terlibat pertengkaran dengan kedua orangtuanya saat meminta agar dibelikan sesuatu. Tak jarang, pelaku dimarahi dan dipukul oleh ayahnya. Pertengkaran itu juga terjadi beberapa saat, sebelum pelaku menghabisi nyawa kedua orangtuanya.

“Dia mengaku sering dimarahi dan ditempeleng ayahnya. Itu pengakuannya. Tekanan-tekanan itu, dan keinginan yang tak dituruti itu yang bisa jadi menimbulkan dendam dan stres. Stres dan gila kan berbeda,” ujar Subhan.

Subhan mengungkapkan, penyidik juga sudah mendatangi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang dan Banyumas, tempat pelaku pernah dirawat. Dari keterangan pihak rumah sakit, Tasdik hanya menjalani perawatan sebentar.

“Dia kabur dan pulang sendiri ke rumah. Di Banyumas dua minggu, di Magelang seminggu,” ujar dia.

Karena tidak gila, lanjut Subhan, proses hukum terhadap pelaku akan tetap dilanjutkan hingga ke pengadilan. Dia akan dijerat dengan Pasal 340, Pasal 338, dan Pasal 351 Undang-undang Nomor 23 Tahun 204 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup.

“Saat ini proses penyelidikan masih berjalan, belum P21 (dinyatakan lengkap). Kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikolog dari polda,” terangnya.

Diberitakan oleh Sindonews.com, Tasdik sudah menjalani pemeriksaan oleh psikolog Polda Jateng Rabu 10 Desember 2014. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

Warga Dukuh Anjun, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes itu, tega menghabisi ayah dan ibu kandungnya sendiri, Warno (55), dan Tusminah (45), Selasa 9 Desember 2014 dini hari, dengan palu dan golok.

Aksi pembunuhan sadis pelaku diduga dilandasi rasa kesal, karena kerap dimarahi oleh kedua orangtuanya tersebut.

Bu Polwan bagi helm gratis

Bu Polwan bagi-bagi helm di Bali saat hari ibu, 22 Desember 2014. (Detik.com)

Bu Polwan bagi-bagi helm di Bali saat hari ibu, 22 Desember 2014. (Detik.com)

Di Bali, puluhan Polwan mengenakan Kebaya khas Bali membagikan ribuan mawar dan helm kepada para pengguna jalan raya.

Tepat di depan Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Polwan Polda Bali itu mulai membagi-bagikan mawar merah dan pink sebagai tanda cinta sekitar pukul 07.00 WITA. Dengan ketelatenan seorang Ibu, para Polwan ini membaur dengan masyarakat pengendara roda dua dan empat.

Satu per satu pengendara baik dari dua arah‎ barat dan timur yang melintas Polda Bali, dicegat. Para pengendara diberikan stiker himbauan tertib lalu lintas dan mawar.

Diberitakan detik.com, bagi pengendara yang tidak memakai helm pun, diberikan beberapa helm yang memenuhi standar SNI. Cengkarama antara pengendara dengan Polwan pun nampak hangat. Pengendara mendengar dengan baik imbauan para wanita profesi penegak hukum di Indonesia ini.

Koordinator Polwan dalam aksi simpatik Hari Ibu, Kompol Putu Artini menyatakan, aksi simpatik ini sebagai peringatan jasa-jasa seorang ibu. Dengan demikian, sebagai Ibu sepantasnya ialah memberikan perhatian.

Nah, bagi seorang Polwan himbauan pada masyarakat untuk tertib berlalu lintas merupakan wujud cinta seorang Ibu.

“Himbauan tertib berlalu lintas, yang semangat berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Ke depannya pun, sambung dia, maksud dalam Hari Ibu juga berkenaan pada peranan perempuan dan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.

“Sudah banyak diketahui bahwa pimpinan di jajaran Polda Bali ialah wanita. Itu juga yang menjadi maksud dari hari ibu,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan Polwan Polda Bali masih melakukan imbauan tertib berlalu lintas dan juga memberikan mawar dan stiker pada pengguna jalan. Aksi hari ibu di Bali ini menjadi berbeda, Polwan dan Masyarakat nampak bersinergi mendukung gerakan tertib berlalu lintas.

Intan Soekotjo jadi penerus ibu

intan soekoco, putri cantik penyanyi keroncong Sundari Soekotjo. (Tempo)

intan soekoco, putri cantik penyanyi keroncong Sundari Soekotjo. (Tempo)

Penggemar musik keroncong pasti kenal dengan Intan Soekotjo, 23 tahun. Dia kerap menyanyi membawakan lagu keroncong. Putri penyanyi keroncong Sundari Soekotjo ini menyukai keroncong dari ibunya.

“Saya fokus pada pop keroncong, keroncong yang tidak terlalu kental,” kata Intan pada 11 Desember 2014. Ia mengaku, sejak kecil diperdengarkan lagu keroncong. Intan tampil menyanyi ketika kelas 4 SD. Dan ia juga paham, musik ini kurang diminati,” Saya berusaha mengangkat keroncong yang mungkin terkesan lawas, tapi bisa dikondisikan dari gaya menyanyinya,” kata Intan.

Ia diperkenalkan musik keroncong oleh almarhum Eyang putrinya, Herrini Soekotjo. “Eyang memberi saya kaset keroncong, saya juga cari di youtube. Jadi saya tahu lagu Rangkaian Melati atau Jembatan Merah,” kata Intan yang menjalani usaha keluarga, perusahaan money changer ini.
Intan serius mendalami vokal dengan Zwesty Wirabuana untuk vokal dasar dan Rika Rooslan untuk belajar teknik keroncong. Intan mengatakan, banyak mendapatkan tawaran menyanyi keroncong untuk kegiatan off air. “Saya mengangkat keroncong selangkah demi langkah, agar bisa digemari,” katanya.

Ia juga memahami, tidak mudah mengangkat lagu keroncong,” Saya suka keroncong karena sejak kecil sudah diperkenalkan budaya Jawa, bahasa Jawa, mendengar musik tradisional dan saya juga mempelajari apa yang dinyanyikan sinden,” kata Intan.

Semula, ia tidak dianjurkan ke dunia showbiz, tapi lama kelamaan ia menekuninya.”Tantangan bagi saya menyanyikan lagu keroncong,” kata lulusan jurusan humas London School Public Relation ini.

Belum lama ini Intan tampil di Korea Selatan dalam acara Spring Friendship Art Festival ke-29. “Saya menyanyi lagu Korea,” katanyaseperti diberitakan Koran Tempo.

Google Doodle

Google pun ikut merayakannya dengan menampilkan Google Doodle yang mengusung tema ‘Indonesia Mother’s Day’.

Jika Anda mengakses Google hari ini, maka pada halaman muka mesin pencari raksasa asal AS tersebut akan langsung menampilkan gambar seorang ibu bersama dengan dua anaknya.

Inilah.com memberitakan, sang ibu terlihat memangku salah satu anaknya yang lebih kecil sambil membacakan sebuah buku, sementara anak yang lebih besar mengambil posisi menelungkup.

Sang ibu sepertinya tengah membaca buku tentang ilmu pengetahuan, yang digambarkan pada latar belakang berupa benda-benda seperti planet, roket, dinosaurus, bintang, dan pesawat ruang angkasa.

Ya, hari ini Google memang secara khusus ikut merayakan Hari Ibu dengan menampilkan Google Doodle yang mengusung tema ‘Indonesia Mother’s Day’.

Sejarah hari ibu Indonesia

Penetapan hari ibu di Jogja. (Google Image)

Penetapan hari ibu di Jogja. (Google Image)

Peringatan Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan Mother’s Day di negara-negara lain yang memperingati jasa-jasa yang telah diberikan oleh ibu kepada keluarganya.

Sedangkan Hari Ibu di negara kita, selain ditujukan untuk jasa para ibu, juga ditujukan untuk jasa para perempuan pada umumnya. Hal ini berkaitan dengan sejarah Hari Ibu di Indonesia itu sendiri.

Kongres Perempuan Indonesia I yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 22-25 Desember 1928 menjadi tonggak awal perayaan Hari Ibu. Para pejuang perempuan Indonesia kala itu menyatukan pikiran untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perubahan nasib perempuan. Masalah gizi dan kesehatan ibu dan balita serta pernikahan usia dini juga ikut dibahas.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno mengukuhkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu untuk dirayakan secara nasional melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1953.

Banyak perempuan Indonesia yang memberikan sumbangsih besar bagi bumi pertiwi.

Mulai dari pejuang kemerdekaan seperti Tjut Nyak Dien, Tjut Meutia, Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, Kartini, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Nyai Ahmad Dahlan, HR Rasuna Said, hingga tokoh-tokoh yang berjasa dalam mengisi kemerdekaan di berbagai bidang sekarang ini.

Berbagai acara seperti lomba, seminar dan lain-lain diadakan untuk merayakan Hari Ibu.

Selamat Hari Ibu, wahai para ibu dan seluruh perempuan Indonesia!

Loading...
loading...