Kumpulan puisi , kata bijak, dan DP BBM Hari Kartini terlengkap sedunia

Sebelumnya kami ucapkan dulu Selamat Hari Kartini. Di dalam postingan ini kami juga sajikan ratusan puisi, kata-kata bijak, dan DP BBM bergambar tema Hari Kartini, baik itu berupa gambar statis maupun animasi bergerak.

Kalimat Kartini yang menginspirasi
Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu.

Jangan mengeluhkan hal – hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.

Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.

Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.

Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam. – Kata Mutiara

Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku mau! membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.

Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.

Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.

Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.

Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.

Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia. Kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.

Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya.

Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?

Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni. (dalam salah satu kalimat isi suratnya kepada sahabatnya Ny. Abendanon di Belanda, tahun 1902)

Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.

Kebodohan

“Kami berhak untuk tidak menjadi bodoh”. Mengingat dulu hanya kaum tertentu, yakni laki-laki dan bangsawan saja yang bisa memperoleh pendidikan selain dari para bangsawan Eropa, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sang putri bangsawan ini. Kartini menginginkan pendidikan untuk semua orang, baik laki-laki ataupun perempuan, baik kaya ataupun miskin. Pendidikan menjadi hak semua orang yang barangkali hingga kini masih terus kita perjuangkan.

Ilmu Pengetahuan

“Kekuatan suatu negeri terletak pada nilainya dalam menguasasi ilmu pengetahuan”. Fokus Kartini memanglah pada pendidikan, begitu penting baginya nilai pendidikan dimana kita bisa memperoleh banyak ilmu pengetahuan. Kalimat tersebut kiranya menjadi poin penting bagaimana kemajuan suatu bangsa amat sangat tergantung dengan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Impian

“Impian tinggal impian. Orang harus membuatnya menjadi lebih indah, lebih nikmat, dengan mencobanya membuat jadi kenyataan”. Impian Kartini adalah soal pendidikan dan dia berusaha untuk mewujudkannya. Impian Kartini menyangkut soal kemanusiaan, dan dia berusaha untuk menyebarkannya. Kita pun tentu saja harus terus berusaha mewujudkan impian kita menjadi kenyataan.

Cinta

“Cinta tidak pernah buta. Cinta baginya adalah memberikan segala-galanya dan berhenti apabila nafas berhenti menghembus”. Bagi Kartini, cinta begitu agung begitu berharga dan begitu luar biasa. Tentu saja kita semua pun mengharapkan cinta yang sama seperti apa yang diucapkan oleh Kartini. Tapi cinta yang dimaksud Kartini bukanlah sekedar cinta antara lawan jenis namun cinta yang lebih luas termasuk cinta pada tanah air.
Puisi Kartini

Semangatmu Kartini
Penulis: Salva

habis gelap terbitlah terang
hal itulah yang ada di benakmu
dimana tidak ada pembatas
antara kita dan mereka

ingin kau hapuskan pembatas itu
ingin kau tunjukan pada meraka
bahwa tiada yang beda antara
kau kami dan mereka

kau korbankan jiwa ragamu
hidup matimu hanya untuk itu
kau percaya semangat
bahwa kami bisa yang mereka lakukan

usaha semangatmu tak pernah padam
walau banyak caci maki menghadang
kau ingin hapuskan dinding perbedaan
untuk selama-lamanya

hingga pada akhirnya kami pun
memetik hasil jerih payahmu

kartini kau tunjukan kau bisa
Kartini kau inspirasi kami
kartini kau inspirasi wanita negri ini
kartini kau ibu bagi kami

terima kasih atas jasa-jasamu
jasa-jasa yang telah menuntun kami
menjadi orang yang pantang menyerah
menjadi orang yang tak putus asa

terima kasih kartini
doa kami selalu bersamamu

-Selamat Hari Kartini-

Puisi Untuk Ibu Kartini
Penulis: SchatzRockstar

Ibu Kartini….
Meski kau telah tiada..
Namun semangatmu yang membara..
Masih membajar hati kaum wanita Indonesia..

Lihatlah kini kartini-kartini modern..
Yang terus berjuang dalam semangatmu..

Maafkan aku yang terlalu tenggelam dalam kesibukanku..
Hingga hampir melupakan jasamu yg telah mengangkat derajat kaumku wanita..

Wahai Ibu Kartini..
Hadirmu cerahkan nurani..
Perjuanganmu menjadi obsesi..
Dan jasamu telah terpatri dalam insan pertiwi..

Ingin kurasakan lagi hadirmu..
Yang selalu menyemangati jiwa..
Dan mengingatkan kembali..
Bahwa habislah gelap terbitlah terang..

Maka sebagai wujud penghormatan kami…
Hari kelahiranmu kami peringati..
Selamat Hari Kartini.

Putri Ksatria
Oleh: Pauline Angelina

Hujan tiada berhenti
Kabut perlahan menyelimuti
Adat dan budaya berpilih kasih
Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi
Tak ada satu pun peduli
Sekalipun rintihan bertubi-tubi
Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbuang
Perempuan terbelakang

Lemah tak berdaya
Melawan pun tak kuasa
Hanya dapat berpasrah
Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu kini sirna
Berkat sang putri ksatria
Wahai Kartini yang mulia
Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas
Perempuan lepas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka
Tak ada lagi duka
Semua telah sirna
Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil perjuangan
Jerih payah dalam pergolakan
Wahai Kartini yang diagungkan
Kau putri ksatria pujaan perempuan

Surat Untukmu di Masa Lalu
Penulis: Lionel

Raden… Keluargamu terhormat…
Ajeng… Dirimu indah…
Kartini… Itulah kamu dikenal…
Namamu bagai lukisan yang penuh warna…

Bukumu mengubah sejarah…
Mengubah takdir perempuan…
Mengubah kekejaman masa lampau…
Biarkan kami berkarya bebas…

Masa lalu kini beralih dan telah kutulis…
Menulis untukmu kisahku kini…
Dunia yang kau nanti sudah terbukti…
Wanita sungguh maju dan tetap berbakti…

Mata yang cerah kadang penuh emosi…
Menahan air mata dan senyum rapuh tersunting di wajahnya…
Dipaksakan mencinta walau hati tak ingin…
Terus berontak menghapus kegelapan…

Namamu terus dikumandangkan…
Revolusi wanita tak ingin disia-siakan…
Kini kami disejajarkan…
Terus buktikan kamilah penerusmu ya Raden…

Alunan lagu bawakan haru biru…
Tentang semua tentang dirimu…
Sepucuk surat untukmu masa lalu…
Kuharap kau bisa baca semua itu…

Dirimu terlelap di usia muda…
Tapi karyamu terus berkelana…
Tak kenal batas bagai burung terbang bebas…
Sampai kini masih kami kenang ya Raden…

Terang kini telah terbit…
Senyum telah kembali bangkit…
Yang berlalu takkan pernah diungkit…
Kami inilah para penerusmu Kartini…

Puisi Hari Kartini
Karya : Minderway

Saat negeri kincir berkipas ria
Hidup seorang pemudi
Bertanah air Indonesia
Ialah Kartini

Lahir di Jepara
Dengan senyuman yang ria
Dan kecantikannya…
Menabur pesona Indonesia

Ia lahir untuk satu tujuan
Menunjukan kepada seluruh umat
Bahwa… Wanita tak sekedar bujangan
Melainkan sebagai jemaat

Ia berkorban demi…
Mengangkat derajat wanita
Mengharumkan melati
Menjadikannya sempurna

Berusaha tetap maju
Bersikeras mulia
Membangun kerajaan baharu!
Pria dan wanita

Tatkala ia bergobar hati
Ia terus bangkit dan berjuang
Menghadapi kepahitan negeri
Bahwa wanita adalah pejuang!

Sungguh ialah seorang pahlawan
Sebab ia telah menang!
Menyadarkan lawan
Untuk berpikir panjang

Hai kawan-kawanku
Janganlah merendahkan wanita
Sama halnya dengan ibu
Ialah yang membawa kita semua

Hendaknya kita menyadari
Betapa pilu perjuangan ia
Menyinari bahari
Mari rayakan harinya bersama!

Puisi Untuk Ibu Kartini
Penulis: Red face

Ibu Kartini
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami

Ibu Kartini
Meski kau telah tiada
Namun semangat dan perjuanganmu
Masih menyemangati kaum hawa di seluruh nusantara
untuk ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia

Lihatlah kini kartini-kartini sekarang
Yang terus berjuang dalam semangatmu
Mulai dari guru sampai capres
Mulai dari dapur sampai Istana
Semua kini bisa berkarya
Walaupun terkadang masih direndahkan
Walau terkadang masih dilecehkan

Tapi

Mereka kini bisa berkarya
Tidak hanya sekedar meminta
Dan sekedar menerima

Lihatlah ibu

Betapa agung perjuanganmu
Kini aku bisa ikut berbangga
Melihat hasil perjuanganmu
Sekarang para kartini muda

Selamat hari Kartini.. Terima kasih Ibu Kartini
“UNTUK IBU KARTINI”

Ibu Kartini….
Meski kau telah tiada..
Namun semangatmu yang membara..
Masih membajar hati kaum wanita Indonesia..
Lihatlah kini kartini-kartini modern..
Yang terus berjuang dalam semangatmu..
Maafkan aku yang terlalu tenggelam dalam kesibukanku..
Hingga hampir melupakan jasamu yg telah mengangkat derajat kaumku wanita..
Wahai Ibu Kartini..
Hadirmu cerahkan nurani..
Perjuanganmu menjadi obsesi..
Dan jasamu telah terpatri dalam insan pertiwi..
Ingin kurasakan lagi hadirmu..
Yang selalu menyemangati jiwa..
Dan mengingatkan kembali..
Bahwa habislah gelap terbitlah terang..
Maka sebagai wujud penghormatan kami…
Hari kelahiranmu kami peringati..
Selamat Hari Kartini.

Puisi by : N/A

R.A Kartini

Engkau Bagai Cahaya Senja
Yang hadir memberikan penerangan
Engkau Laksana Lentara
Penerang segala kegelapan

Langkahmu adalah masa depanku
penentu kehiduapan Mutu
Perjuanganmu Laksana jalan
Tuk Menggapai Masa depan Cerah

21 April kami rayakan kemenangan
Seribu kata dalam satu ungkapan
Impianmu adalah harapanku
Di tengah kerasnya badai kehidupan

BY. Rozat Rifai
Puisi Tentang Ibu Kartini I

Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi penduduk bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlupakan karena
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan
Kemerdekaan engkau telah
Gugur sebagai pahlawan Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh penduduk Indonesia

Puisi Ibu Kartini II

RADEN AJENG KARTINI
Raden Ajeng Kartini…
Kau adalah wanita sejati
Cita -citamu luhur ingin memajukan kaummu
Tak gentar kau melawan takdirmu
Demi kebangkitan kaummu

Raden Ajeng Kartini…
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami

Raden Ajeng Kartini…
Dunia kami cerah karenamu
Kini mereka tak memandang rendah pada kami
Kini kami bangga sebagai wanita
Karena kami adalah kehormatan negeri ini

Raden Ajeng Kartini…
Kami berjanji padamu
Untuk memajukan negeri kami
Ingin kami berjuang mengisi kemerdekaan
Dengan ilmu dan kasih sayang kami
Demi mewujudkan cita – cita luhurmu

Puisi Ibu Kartini III

Ibu Kartini …
Meski kou telah tiada
Namun semangatmu yang membara
Masih membajar hati kaum wanita Indonesia

Lihatlah kini kartini-kartini Modern
Yang terus berjuang dalam semangatmu

Ingin kurasakan lagi hadirmu
Yang selalu menyemangati jiwa
Dan mengingatkan kembali
Bahwa habis gelap pasti terbitlah terang
Puisi Hari Kartini

Putri Ksatria
Oleh: Pauline Angelina

Hujan tiada berhenti
Kabut perlahan menyelimuti
Adat dan budaya berpilih kasih
Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi
Tak ada satu pun peduli
Sekalipun rintihan bertubi-tubi
Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbuang
Perempuan terbelakang

Lemah tak berdaya
Melawan pun tak kuasa
Hanya dapat berpasrah
Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu kini sirna
Berkat sang putri ksatria
Wahai Kartini yang mulia
Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas
Perempuan lepas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka
Tak ada lagi duka
Semua telah sirna
Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil perjuangan
Jerih payah dalam pergolakan
Wahai Kartini yang diagungkan
Kau putri ksatria pujaan perempuan

Perjuangan Ibu R. A. Kartini
Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi penduduk bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlupakan karena
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan
Kemerdekaan engkau telah
Gugur sebagai pahlawan Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh penduduk Indonesia

Kartini ku pahlawanku
by : Rifky Nur Ahdini

Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikku
Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum
Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku
Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini
Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibu
Puisi Hari Kartini
Karya : Minderway

Saat negeri kincir berkipas ria
Hidup seorang pemudi
Bertanah air Indonesia
Ialah Kartini

Lahir di Jepara
Dengan senyuman yang ria
Dan kecantikannya…
Menabur pesona Indonesia

Ia lahir untuk satu tujuan
Menunjukan kepada seluruh umat
Bahwa… Wanita tak sekedar bujangan
Melainkan sebagai jemaat

Ia berkorban demi…
Mengangkat derajat wanita
Mengharumkan melati
Menjadikannya sempurna

Berusaha tetap maju
Bersikeras mulia
Membangun kerajaan baharu!
Pria dan wanita

Tatkala ia bergobar hati
Ia terus bangkit dan berjuang
Menghadapi kepahitan negeri
Bahwa wanita adalah pejuang!

Sungguh ialah seorang pahlawan
Sebab ia telah menang!
Menyadarkan lawan
Untuk berpikir panjang

Hai kawan-kawanku
Janganlah merendahkan wanita
Sama halnya dengan ibu
Ialah yang membawa kita semua

Hendaknya kita menyadari
Betapa pilu perjuangan ia
Menyinari bahari
Mari rayakan harinya bersama!
KARTINI

karya: Bunda Ria
Namamu begitu harum semerbak
Jasamu begitu besar
Pengorbananmu tak terhitungkan
Semangat juangmu begitu mulia

Engkau pertaruhkan nyawamu
Engkau tekadkan semangat juangmu
demi harkat, martabat kaummu
yang yang engkau cintai

Sungguh takkan terbalaskan
Semua jasa-jasamu
Pengorbananmu…
Perjuanganmu…..
Kartini….. Oh kartini…

Namamu akan selalu mekar, harum
Bagaikan buanga sepanjang masa….
R.A Kartini
Karya : Bunda Ruby

Raden Ajeng Kartini
Sangat harum namanya

Raden Ajeng Kartini
Seorang putri sejati

Putri Indonesia
Yang telah membangkitkan jiwa perempuan
Dan menjunjung tinggi martabat perempuan

Agar kaum perempuan ,
Mendapatkan hak asasinya sebagai perempuan
Agar dapat dihormati dan dihargai
Oleh kaum laki-laki
Dan sebagai perempuan Indonesia
Harus bisa menjaga kehormatannya,
Agar tidak dijajah kaum laki-laki
Yang tidak bertanggung jawab
Ibu
Karya : bunda Ngatlise

Kau yang mengandungku
Kau yang melahirkanku
Kau yang mengasuhku
dan kau yang telah membesarkanku

Tuhan dengarkan do’aku
Kabulkanlah semua permintaanku
Aku ingin membahagiakan dirinya
Dan menyenangkan hatinya
….Amin….
Perjuangan Ibu Kartini
Karya : bunda nuni

Dulu ibu kartini sama seperti wanita lain
Terkekang, terikat, mempunyai derajat rendah
Seperti dalam jeruji besi dengan keterpurukan itu
Ibu kartini berupaya mengubah derajat wanita lebih baik

Kau buat wanita sejajar derajatnya
Kau buat wanita bebas menyuarakan pendapat
Berkat ibu kartini wanita bebas bekerja,
Bebas menginspirasikan pendapat

Perjuangan dirimu
Memang tak sia-sia
Sekarang wanita sudah sama derajatnya seperti laki-laki
Sekarang wanita dihargai dan dipuji
Terima kasih ibu kartini
Terima kasih atas perjuangan dirimu
Sekarang wanita merdeka!

RA Kartini
Karya : bunda dede.s

Dikala mentari menampakkan sinarnya
Sejuknya embun
Seakan musnah perlahan disaat itu
Perempuan-perempuan hanya terdiam dalam huniannya

Kecuali menjadi budak diistananya sendiri
Tanpa melakukan apapun

Namun semua berubah
Saat kau perjuangkan hak-hak kaummu

Kau bosan melihat ketidak adilan
Terhadap kaummu sendiri

Yang hanya dipandang sebelah mata

Sosok itu….
Yang berhasil merubah semua
Dengan perjuangan yang tidak sisa-sia
Hingga sampai saat ini semua perjuanganmu

Masih kami rasakan
Terima kasih kami ucapkan
Kepada engkau pahlawan kami

“Raden Ajeng Kartini”
Emansipasi | Hari Kartini

Hari terus berganti……
sesuai rotasi per porosnya
seperti yang diatur olehnya….
masih tetap seperti kemarin

mungkin saja ada sedikit yang berubah
Namun itu semua tak terlalu dirasakan…
Katanya emansipasi
katanya kesetaraan
namun semua belum nyata di kehidupan masa ini

Hari ini, masih dirasakan kaum wanita….
hari ini, memory kembali mengnang sesosok
wanita pejuang, pembela kaum wanita…..
yang pernah hadir membela kaumnya….

Tiada yang berubah…
wanita masih dianggap kaum yang lemah
wanita belum diakui sepenuhnya….
semoga ada kartini-kartini lain yang akan muncul….
Aku Perempuan Indonesia

Aku memiliki Ibu Kartini
Dewi Sartika aku miliki
Cut Nya’ Dhien aku punyai
Tauladan mereka, budi pekerti, peduli, perjuangan dan
emansipasi,
Lalu, aku siapa …, aku siapa ….., aku ini siapa…..
Aku bangga menjadi perempuan Indonesia
Karenanya, aku ingin menjadi seperti melati
Biar kecil, tetapi harum mewangi
Aku ingin seperti matahari
Biarpun menyinari sepanjang hari Tetapi tidak pernah minta
diberi
Aku ingin seperti emas intan atau berlian
Biar diletakkan di manapun tetapi tetap bernilai
Serta, tak akan pernah rentan oleh zaman
Aku ingin seperti lapis pohon
Biar semakin tua tetapi semakin kuat
Aku ingin seperti pohon kelapa
Di mana akar, batang, daun, bunga buahnya bermanfaat, bahkan
tangkai
daunnya pun bisa menghilangkan noktah
Aku ingin menjadi hamba yang peka
Biar ketika ada hamba yang terlunta
Aku segera memeluknya
Aku ingin menjadi manusia sejati
Biarpun ada salah tetapi akan terus memperbaiki diri
Aku ingin menjadi hamba yang bertaqwa
Biarpun berat, tetapi tetap tegar kuat
Aku ingin menjadi hamba yang berjiwa tenang
Biar ketika menghadap Sang Khaliq, dalam khusuk ikhlas dan tenang
….
Dan aku ingin menjadi jiwa yang beruntung
Biarpun telah tiada tetapi tetap meninggalkan tiga perkara;
Ilmu yang bermanfaat,
Amal yang terus mengalir kebaikannya,
Serta anak sholeh dan sholehah
Bisakah aku menjadi demikian
Bisakah aku menjadi demikian
Bisa ……….. bisa …….. dan….. insya Allah bisa
Karena aku perempuan Indonesia!
Puisi hari Kartini
Kartini…
begitu harum namanya
menyemangati kaum hawa di seluruh nusantara
untuk ikut berperan serta
dalam pembangunan bangsa Indonesia

Kartini….
Lihatlah kaummu yang sekarang survive
Mulai dari guru sampai capres
Mulai dari dapur sampai Istana
Semua kini bisa berkarya
Walaupun terkadang masih direndahkan
walau terkadang masih dilecehkan

Tapi….
Mereka kini bisa berkarya
Tidak hanya sekedar meminta
Dan sekedar menerima

Lihatlah ibu..
Betapa agung perjuanganmu
Kini aku bisa ikut berbangga
Melihat hasil perjuanganmu
Sekarang para kartini muda
buktikan bahwa engkau pun bisa
Janganlah sekedar menerima
semua aturan yang dibuat dunia

Tapi
tunjukkanlah pada mereka
bahwa wanita pun bisa berkarya….

DP BBM gambar Kartini

Dp BBM Hari Kartini 21 Dp BBM Hari Kartini 20 Dp BBM Hari Kartini 19 Dp BBM Hari Kartini 18 Dp BBM Hari Kartini 14 Dp BBM Hari Kartini 15 Dp BBM Hari Kartini 16 Dp BBM Hari Kartini 17 Dp BBM Hari Kartini 13 Dp BBM Hari Kartini 12 Dp BBM Hari Kartini 11 Dp BBM Hari Kartini 10 Dp BBM Hari Kartini 9 Dp BBM Hari Kartini 8 Dp BBM Hari Kartini 7 Dp BBM Hari Kartini 6 Dp BBM Hari Kartini 5 Dp BBM Hari Kartini 4 Dp BBM Hari Kartini 3 Dp BBM Hari Kartini 2 Dp BBM Hari Kartini 1 Dp BBM Hari Kartini 22

loading...