Lagi enak-enaknya indehoi dengan selingkuhan, Ibu muda cantik di Wates digerebek

Ekspresi indehoi cewe cantik. (Google)

Masih muda, cantik, dan segar. Itulah tren ibu-ibu muda saat ini dalam soal penampilan. Mereka enggan disebut tambah tua meskipun sudah punya anak. Namun, kecantikan dan kemolekan sayangnya sangat rentan untuk menarik perhatian lawan jenis, dan bukan tak mungkin berujung pada perbuatan selingkuh.

Perbuatan itu jelas-jelas disebut Rhoma Irama dengan kata “Terlaluuu…” Bahkan tega. Seperti ibu muda cantik ini, sebut saja Alf. Meski sudah memiliki suami dan dikaruniai satu orang anak, ibu muda ini nekat indehoi di rumahnya hingga tepergok warga di Desa Wates, Kota Tulungagung, Jawa Timur.

Saman (24), suami Alf mengatakan perilaku istrinya itu tiba-tiba berubah drastis dalam beberapa hari terakhir. Parahnya, Alf sering kedatangan tamu pria walaupun ada suaminya di rumah.

Loading...

“Dia tiba-tiba aneh. Masak ada saya istri saya berulang kali didatangi tamu pria,” tutur Saman seperti dilansir Antara dan diberitakan Merdeka.com, Kamis 23 Oktober 2014.

Merasa ada yang janggal, Saman akhirnya membuat skenario pulang ke kampung halamannya di sebuah desa di Kabupaten Blitar. Namun sebelum pulang, dia terlebih dulu berpesan ke sejumlah tetangga sekitar rumahnya untuk mengawasi gerak-gerik istrinya di rumah.

Benar saja, belum sehari ditinggal mudik, Hrs bertamu di rumah Alf hingga larut malam. Warga yang curiga lalu melakukan penggerebekan sehingga ditemukan keduanya itu sedang berhubungan badan.

Alf dan Hrs diarak di jalanan kampung Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka dibawa ke balai desa setempat untuk menjalani persidangan adat disaksikan ratusan warga yang penasaran ingin melihat pasangan tak resmi yang telah membuat heboh tersebut.

“Sesuai kesepakatan dan atas kesediaan pihak pelaku laki-laki, mereka kami kenai denda berupa kewajiban menyerahkan 50 sak semen dan pasir sebanyak 20 ritase untuk desa,” kata Kepala Desa Wates, Jani.

Ketua dan tokoh adat desa yang memimpin langsung secara kolektif persidangan tersebut mengingatkan pihak pelaku pria, Hrs, untuk membayar denda (semen) paling lambat dua hari setelah pernyataan tertulis ditandatangani.

KTP yang bersangkutan untuk sementara disita sebagai jaminan kesediaan Hrs memenuhi denda adat yang dijatuhkan.? “Kami minta jaminan juga pada pelaku perempuan untuk memastikan pasangan selingkuhnya membayar denda. Jika tidak, beban dialihkan ke pihak wanita,” kata Jani.

Loading...
loading...