Mahasiswa DDI ngamuk, bakar meja kampus

kebakaran. (Google Images)

Emosi tak terkontrol biasanya berujung kepada tindakan anarkis. Kalau tidak bisa menahannya, nanti kalau tua biasanya mudah terserang darah tinggi, berlanjut ke stroke. Makanya, jangan sekali-sekali ngamuk bukan kepalang. Marah boleh asal terkendali.

Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Islam Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Pinrang, Sulawesi Selatan. Mereka membakar meja dan kursi di kampus, Rabu 26 November 2014. Mereka marah lantaran kampus tak transparan soal status perguruan tinggi yang merugikan mahasiswa.

Para mahasiswa mengamuk. Mereka mengeluarkan meja dan kursi dari dalam kelas. Lalu mereka membakar meja dan kursi itu di halaman kampus.

Diberitakan MetroTV, mereka kecewa dan menuding pengelola kampus berbohong soal status perguruan tinggi swasta itu.

Loading...

Pasalnya, izin operasional beberapa jurusan belum keluar. Sehingga jurusan-jurusan itu tak diakui.

Beberapa mahasiswa yang telah duduk di semester lima pun dianjurkan pindah ke perguruan tinggi lain di Makassar.

Mahasiswa bersedia menuruti saran tersebut. Asalkan, semua nilai ujian harus diakomodir pihak kampus. Pengelola kampus juga harus menanggung biaya pemindahan mahasiswa dan mengembalikan uang pembangunan kepada mereka.

Ardi, koordinator lapangan, menegaskan pihak kampus harus menjelaskan masalah itu. Bila tidak, mereka akan kembali menggelar aksi.

Sementara itu pihak kampus berusaha menenangkan mahasiswa. Pihak kampus berjanji mencarikan jalan keluar untuk membenahi masalah itu.

Mengamuknya mahasiswa itu sebenarnya tidak akan terjadi kalau pihak kampus dan jurusan serius mencarikan jalan keluar. Jangan jadikan mahasiswa sebagai sapi perah. Karena orangtua mereka juga banting tulang mengeluarkan biaya

Loading...
loading...